
Randal Kolo Muani menegaskan kesiapannya memberikan segalanya untuk Luciano Spalletti, Juventus, dan para suporter.
Striker asal Prancis itu mengungkap pesan sang pelatih yang memintanya bermain lebih agresif sekaligus meningkatkan kontribusi di depan gawang.
Randal Kolo Muani membuka berbagai sisi kehidupannya dalam wawancara panjang bersama DAZN. Penyerang Juventus tersebut berbicara mengenai kebahagiaannya kembali ke Turin, hubungannya dengan Luciano Spalletti, target mencetak gol, hingga peluang berduet dengan rekrutan anyar Nick Woltemade.
Kolo Muani mengaku merasa sangat nyaman berada di Juventus. Setelah membantu Bianconeri mengawali musim dengan hasil positif, pemain asal Prancis itu kini ingin terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal untuk tim.
Kolo Muani Bahagia Kembali ke Juventus
Kembali ke Juventus menjadi momen penting bagi Kolo Muani. Ia mengaku merasa diterima dengan baik oleh seluruh anggota klub.
“Saya senang berada di sini bersama pelatih dan rekan-rekan setim. Saya merasa sangat baik. Kami memenangkan dua pertandingan, jadi saya bahagia,” ujar Kolo Muani.
Ia juga menjelaskan alasan mengapa kembalinya ke Juventus memiliki arti penting.
“Bagi saya, ini sangat penting karena ketika datang ke sini, semua orang bersikap ramah kepada saya, seperti sebuah keluarga,” katanya.
Menurut Kolo Muani, rasa kekeluargaan tersebut tidak hanya datang dari rekan-rekan setim, tetapi juga dari seluruh lingkungan klub.
“Semua orang seperti itu, rekan-rekan setim dan klub. Karena itu saya merasa sangat baik di sini dan bagi saya sangat penting untuk kembali,” lanjutnya.
Perasaan nyaman tersebut bisa menjadi modal penting bagi Kolo Muani untuk menunjukkan performa terbaiknya bersama Juventus.
Pesan Spalletti: Kolo Muani Harus Lebih Agresif
Salah satu hal paling menarik dari wawancara tersebut adalah pesan Luciano Spalletti kepada Kolo Muani.
Pelatih Juventus itu meminta sang striker bermain dengan intensitas dan agresivitas yang lebih tinggi.
“Dia tahu kapan saya bisa melakukannya. Dia mengatakan kepada saya bahwa saya harus lebih agresif,” ungkap Kolo Muani.
Kolo Muani mengaku menyadari aspek permainan yang harus diperbaikinya.
“Saya menyadarinya dan saya sedang bekerja untuk hal itu. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan di lapangan. Saya bersedia melakukan apa pun untuknya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan kesediaan Kolo Muani untuk mengikuti tuntutan Spalletti.
Bagi seorang striker, agresivitas bukan hanya soal mencetak gol. Tekanan kepada bek lawan, pergerakan tanpa bola, duel fisik, serta keberanian menyerang ruang juga menjadi bagian penting dari kontribusi seorang penyerang modern.
Kolo Muani: Pemain Harus Berjuang untuk Pelatih, Klub dan Fans
Kolo Muani juga menjelaskan bagaimana ia memandang hubungannya dengan Spalletti.
Menurutnya, hubungan tersebut pada dasarnya merupakan hubungan profesional antara pelatih dan pemain. Namun, seorang pemain memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan seluruh kemampuannya kepada tim.
“Ini hubungan seperti pelatih dengan pemain. Bagi saya, pemain harus berjuang untuk pelatih, klub, dan para suporter. Itu sangat penting,” jelasnya.
Sikap tersebut sesuai dengan tuntutan Spalletti yang menginginkan intensitas tinggi dari para pemainnya.
Kolo Muani pun tampaknya siap menerima tuntutan tersebut tanpa banyak alasan.
Tidak Hanya Gol, Kolo Muani Ingin Bermain Bagus
Sebagai seorang penyerang, Kolo Muani sadar bahwa gol menjadi ukuran penting.
Ia mengakui bahwa seorang striker memang dituntut untuk mencetak gol dan memberikan assist.
“Semua orang tahu bahwa penyerang harus mencetak gol. Statistik itu penting, baik gol maupun assist,” ujarnya.
Namun, Kolo Muani tidak ingin kontribusinya hanya diukur melalui angka.
“Bagi saya, satu hal yang sangat penting adalah bermain dengan baik,” katanya.
Ia bahkan mengaku tetap bisa merasa bahagia ketika Juventus memenangkan pertandingan meskipun dirinya tidak mencetak gol atau memberikan assist.
“Jika tim menang, saya tidak mencetak gol atau membuat assist, saya tetap senang,” tutur Kolo Muani.
Meski demikian, bukan berarti ia kehilangan ambisi sebagai pencetak gol.
“Saya ingin berkembang, saya ingin mencetak lebih banyak gol. Jadi saya harus mencetak gol,” tegasnya.
Kolo Muani Tidak Takut Mandul Gol
Tekanan untuk mencetak gol tidak membuat Kolo Muani khawatir.
Ia percaya bahwa gol akan datang pada waktunya.
“Tidak, saya tidak takut karena saya tahu gol-gol itu akan datang,” kata mantan penyerang Paris Saint-Germain tersebut.
Menurutnya, musim masih sangat panjang sehingga peluang mencetak gol akan terus terbuka.
“Musim masih panjang, jadi beberapa gol pasti akan datang. Saya tidak khawatir soal itu,” lanjutnya.
Kepercayaan diri tersebut penting bagi seorang striker. Kolo Muani tidak ingin terlalu terbebani ketika gagal mencetak gol dalam sebuah pertandingan.
Fokus utamanya adalah terus bekerja dan meningkatkan performa.
Mengenakan Seragam Juventus Sudah Membawa Tekanan
Kolo Muani juga menegaskan bahwa dirinya tidak merasakan tekanan tambahan hanya karena tuntutan statistik atau nomor punggung.
Menurutnya, tekanan sudah menjadi bagian dari kehidupan seorang pemain Juventus.
“Ketika mengenakan seragam Juventus, sudah ada tekanan karena ini klub besar dan Anda harus berkembang setiap hari,” ujarnya.
Dengan kata lain, Kolo Muani memahami bahwa bermain untuk Juventus berarti menghadapi ekspektasi tinggi setiap pekan.
Karena itu, ia memilih untuk tidak menjadikan tekanan sebagai alasan.
Kolo Muani Terbuka Berduet dengan Woltemade
Kedatangan Nick Woltemade memberikan Juventus opsi baru di lini depan. Kolo Muani pun tidak mempermasalahkan apakah Spalletti memainkannya sendirian atau bersama penyerang lain.
“Saya bisa bermain dengan siapa saja. Pelatih menurunkan saya dan saya bermain. Saya bisa bermain sendiri atau bersama penyerang lain. Saya siap untuk semuanya,” jelasnya.
Kolo Muani juga sudah berbicara dengan Woltemade.
“Saya sudah berbicara dengannya. Dia anak yang baik, pemain yang hebat. Saya sangat senang dia ada di sini,” ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan terbentuknya duet Kolo Muani-Woltemade, jawabannya cukup singkat tetapi terbuka.
“Mungkin saja. Kenapa tidak?” katanya.
Jawaban tersebut membuka kemungkinan Spalletti mencoba kombinasi dua penyerang dengan karakter berbeda di lini depan Juventus.
Kolo Muani Menikmati Kehidupan di Italia
Selain membahas sepak bola, Kolo Muani juga mengungkapkan bahwa dirinya menikmati kehidupan di Italia.
“Saya suka, saya suka perasaan ini. Saya menyukai orang-orang dan para suporter. Semua orang di sini sangat ramah,” ujarnya.
Ia juga memberikan penilaian positif terhadap Turin.
“Ini kota yang besar. Ketika keluarga saya datang, kami berkeliling kota. Sangat tenang. Orang-orangnya menyenangkan dan selalu tersenyum. Saya merasa nyaman di sini,” kata Kolo Muani.
Kenyamanan di luar lapangan tentu dapat membantu seorang pemain beradaptasi dengan lingkungan baru.
Kolo Muani Punya Banyak Teman di Juventus
Kolo Muani juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan baik dengan banyak pemain Juventus.
Persahabatannya dengan Pierre Kalulu menjadi salah satu yang paling dekat karena mereka sama-sama berasal dari Prancis.
Namun, lingkaran pertemanannya tidak terbatas pada pemain Prancis.
“Saya berteman dengan banyak pemain, seperti Manuel Locatelli, Pinsoglio, McKennie, Chico, Kenan, dan banyak lainnya. Saya benar-benar berbicara dengan semua orang,” ungkapnya.
Hal tersebut semakin menggambarkan bagaimana Kolo Muani merasa diterima di lingkungan Juventus.
McKennie Disebut Pemain Paling “Gila”
Ketika ditanya siapa pemain paling gila di dalam skuad Juventus, Kolo Muani langsung menunjuk Weston McKennie.
Alasannya cukup menghibur.
“McKennie. Ketika kami pergi ke Australia, dia menari di pesawat. Saya rasa dia menari selama dua jam. Semua orang lelah, kecuali dia,” cerita Kolo Muani.
Cerita tersebut menggambarkan suasana santai di dalam ruang ganti Juventus, sekaligus menunjukkan karakter McKennie yang dikenal energik.

Leave a Reply