
Juventus akan menjalani ujian besar pertama musim ini (2026-27) ketika menjamu Milan di Allianz Stadium, Senin, 7 September 2026 pukul 01.45 WIB.
Duel ini menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada pekan ketiga Serie A karena kedua tim sama-sama datang dengan catatan sempurna.
Di bawah arahan Luciano Spalletti, Juventus berambisi meraih kemenangan ketiga secara beruntun sekaligus menjaga posisi di papan atas. Untuk mencapai target tersebut, Spalletti diperkirakan kembali menggunakan formasi 4-2-3-1.
Namun, Juventus tidak datang dengan kekuatan penuh. Sejumlah pemain penting harus absen, termasuk Khéphren Thuram dan Kenan Yildiz. Kondisi tersebut membuat Spalletti harus melakukan penyesuaian, terutama di lini tengah dan belakang penyerang.
Spalletti Pertahankan Formasi 4-2-3-1
Setelah meraih dua kemenangan pada dua pertandingan awal, Spalletti tampaknya belum memiliki alasan untuk mengubah struktur utama Juventus.
Formasi 4-2-3-1 memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Dua gelandang tengah menjadi fondasi dalam menjaga sirkulasi bola, sementara tiga pemain di belakang striker memiliki kebebasan untuk bergerak dan menciptakan peluang.
Absennya Yildiz menjadi kehilangan cukup besar. Pemain asal Turki tersebut merupakan salah satu pemain Juventus yang paling mampu menciptakan perbedaan melalui kreativitas, dribel, dan kemampuan bermain di antara lini.
Spalletti kini harus mencari cara agar Juventus tetap memiliki variasi serangan meskipun kehilangan salah satu sumber kreativitas utamanya.
Vicario, Bremer, dan Lucumí Jadi Benteng Pertahanan
Guglielmo Vicario diperkirakan kembali dipercaya sebagai penjaga gawang. Ia belum kebobolan dalam dua pertandingan pertama Juventus musim ini.
Di depannya, duet Bremer dan Jhon Lucumí kemungkinan kembali menjadi pilihan utama.
Bremer akan menjadi pemimpin lini belakang sekaligus pemain yang bertugas menghadapi ancaman utama dari lini depan Milan. Sementara itu, Lucumí diharapkan memberikan agresivitas dalam duel dan membantu Juventus membangun serangan dari belakang.
Di sisi kanan terdapat Pierre Kalulu, sedangkan Zeki Çelik diperkirakan mengisi posisi bek kiri.
Kedua bek sayap tersebut harus berhati-hati ketika maju membantu serangan. Milan memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan lawan melalui transisi cepat.
Bagi Juventus, clean sheet ketiga secara beruntun bukan sekadar catatan statistik. Itu juga akan menjadi indikasi bahwa fondasi pertahanan mereka mulai terbentuk di bawah Spalletti.
Douglas Luiz Mendapat Ujian Besar
Salah satu sorotan utama pertandingan ini adalah Douglas Luiz.
Gelandang Brasil tersebut diperkirakan akan berduet dengan kapten Manuel Locatelli di lini tengah.
Locatelli akan berperan sebagai pemain yang menjaga keseimbangan tim dan membantu melindungi lini belakang. Sementara Douglas Luiz diharapkan lebih aktif dalam distribusi bola dan pembangunan serangan.
Ini menjadi ujian penting bagi Douglas Luiz karena Milan merupakan lawan dengan kualitas jauh lebih tinggi dibandingkan dua lawan Juventus sebelumnya.
Kemampuan Douglas Luiz dalam mengontrol bola dan keluar dari tekanan akan sangat dibutuhkan. Milan kemungkinan akan mencoba menekan Juventus sejak awal untuk mengganggu proses pembangunan serangan dari lini belakang.
Selain itu, Douglas Luiz juga dituntut lebih aktif ketika Juventus kehilangan bola.
Tanpa Khéphren Thuram, Juventus kehilangan gelandang yang memiliki kekuatan fisik dan kemampuan membawa bola ke depan. Karena itu, Douglas Luiz mungkin harus memiliki cakupan permainan yang lebih luas.
Nico Gonzalez Jadi Penghubung di Belakang Striker
Di belakang Kolo Muani, Spalletti diperkirakan menurunkan trio Francisco Conceição, Nico Gonzalez, dan Jérémie Boga.
Conceição akan beroperasi dari sisi kanan. Kecepatan dan kemampuan dribelnya dapat menjadi senjata Juventus untuk menciptakan situasi satu lawan satu.
Di sisi kiri, Boga akan memiliki tugas menyerang ruang serta mendekati area penalti.
Sementara itu, Nico Gonzalez menjadi pemain yang menarik untuk diperhatikan karena perannya berada di tengah.
Gonzalez bukan hanya dituntut menciptakan peluang. Ia juga harus menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan.
Ketika Kolo Muani bergerak melebar untuk membuka ruang, Gonzalez dapat masuk ke kotak penalti. Sebaliknya, ketika striker Prancis tersebut bertahan di posisi sentral, Gonzalez dapat mencari ruang di antara lini pertahanan dan lini tengah Milan.
Pergerakan tanpa bola tersebut berpotensi menjadi salah satu kunci serangan Juventus.
Kolo Muani Masih Dipercaya sebagai Ujung Tombak
Di posisi striker, Randal Kolo Muani masih menjadi pilihan utama Spalletti.
Penyerang Prancis tersebut memang belum mencetak gol sejak kembali ke Juventus. Namun, kontribusinya dalam permainan membuat Spalletti tetap mempercayainya.
Pelatih Juventus juga menginginkan Kolo Muani lebih agresif ketika berada di area akhir serangan.
Tugasnya bukan sekadar membuka ruang atau membantu rekan setim. Pada akhirnya, seorang striker Juventus harus mampu mengubah peluang menjadi gol.
Pertandingan melawan Milan menjadi kesempatan ideal bagi Kolo Muani untuk menjawab tuntutan tersebut.
Menghadapi lini belakang yang kuat secara fisik, ia harus lebih aktif menyerang ruang, memenangkan duel, dan berada di posisi yang tepat ketika peluang datang.
Woltemade Menunggu Kesempatan dari Bangku Cadangan
Nick Woltemade diperkirakan belum menjadi starter dan akan memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Namun, kehadiran penyerang baru asal Jerman tersebut memberikan Spalletti alternatif yang menarik.
Jika pertandingan berjalan ketat dan Juventus membutuhkan pendekatan yang lebih langsung, Woltemade dapat menjadi opsi untuk menambah kekuatan di kotak penalti.
Postur dan karakter permainannya juga memungkinkan Juventus mengubah pendekatan serangan pada babak kedua.
Persaingan antara Woltemade dan Kolo Muani pada akhirnya bisa menjadi sesuatu yang positif bagi Juventus. Kolo Muani membutuhkan gol untuk mempertahankan posisinya, sementara Woltemade memiliki motivasi besar untuk membuktikan bahwa dirinya layak mendapatkan menit bermain lebih banyak.
Juventus Ingin Mempertahankan Start Sempurna
Duel Juventus vs Milan memiliki arti penting meskipun musim baru memasuki pekan ketiga.
Kedua tim sama-sama mengoleksi enam poin dan memiliki kesempatan mempertahankan rekor sempurna. Juventus bahkan ingin meraih sembilan poin dan terus menempel Como di puncak klasemen.
Bagi Spalletti, pertandingan ini juga menjadi kesempatan untuk mengukur seberapa jauh perkembangan Juventus ketika menghadapi tim dengan kualitas dan ambisi besar.
Dua kemenangan awal memberikan modal kepercayaan diri, tetapi pertandingan melawan Milan akan memberikan gambaran yang jauh lebih jelas.
Apakah Juventus mampu mengontrol pertandingan?
Apakah Douglas Luiz bisa menjadi solusi di lini tengah?
Dan yang tidak kalah penting, apakah Kolo Muani akhirnya mampu mencetak gol?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membuat duel di Allianz Stadium menjadi ujian penting bagi proyek Juventus bersama Spalletti.
Prediksi Susunan Pemain Juventus vs Milan
Juventus (4-2-3-1):
Vicario; Kalulu, Bremer, Lucumí, Çelik; Locatelli, Douglas Luiz; Conceição, Nico Gonzalez, Boga; Kolo Muani.
Pelatih: Luciano Spalletti.

Leave a Reply