
Juventus dan Milan harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 1-1 dalam laga pekan ke-3 Serie A 2026-27, Senin (7/9/26) dini hari WIB.
Pertandingan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir, sebelum Federico Gatti muncul sebagai penyelamat Bianconeri.
Milan sebenarnya sudah berada di ambang kemenangan setelah Alphadjo Cissé membawa Rossoneri unggul pada babak kedua. Namun, Juventus tidak menyerah dan berhasil mencetak gol penyeimbang pada masa tambahan waktu.
Gatti menjadi pahlawan setelah menyundul umpan silang Teun Koopmeiners ke dalam gawang Milan.
Hasil ini membuat kedua tim sama-sama belum terkalahkan setelah mengawali musim dengan dua kemenangan beruntun.
Juventus Lebih Mengancam di Babak Pertama
Kedua tim datang dengan modal sempurna setelah memenangkan dua pertandingan pertama musim ini. Meski demikian, performa Juventus dan Milan sebelumnya belum sepenuhnya meyakinkan.
Juventus harus tampil tanpa sejumlah pemain penting, termasuk Kenan Yildiz, Khéphren Thuram, Weston McKennie, Andrea Cambiaso, Jeff Ekhator, Juan Cabal, serta Pape Matar Sarr.
Luciano Spalletti memberikan kesempatan starter pertama musim ini kepada Nico Gonzalez dan Kerim Aljbegovic.
Di kubu Milan, Matteo Gabbia absen karena masalah pada pergelangan kaki. Adrien Rabiot dan Luka Modric kembali dipercaya sejak awal setelah sebelumnya mendapatkan menit bermain secara bertahap usai Piala Dunia. Diego Moreira juga mendapatkan kesempatan menjalani debutnya.
Sejak awal laga, Juventus mencoba memberikan tekanan.
Nico Gonzalez menjadi salah satu pemain yang menguji Mike Maignan. Francisco Conceicao juga beberapa kali merepotkan penjaga gawang Milan.
Francisco Conceicao Jadi Ancaman Utama Juventus
Jika ada satu pemain Juventus yang paling konsisten memberikan ancaman, maka nama Francisco Conceicao layak disebut.
Penyerang sayap tersebut beberapa kali mampu menciptakan situasi berbahaya di sisi lapangan.
Salah satu peluang terbaiknya lahir setelah ia menerima umpan lambung dari Douglas Luiz. Conceicao kembali mampu memaksa Maignan melakukan penyelamatan sulit di tiang dekat.
Setelah pertandingan memasuki babak kedua, pengaruh Conceicao bahkan semakin terasa.
Pada menit ke-55, ia melepaskan tembakan keras yang menghantam bagian bawah tiang gawang setelah Yunus Musah kehilangan bola di lini tengah.
Juventus nyaris mendapatkan gol pembuka dari peluang tersebut.
Milan Bertahan dengan Disiplin
Milan juga menunjukkan organisasi pertahanan yang cukup baik.
Koni De Winter beberapa kali melakukan tekel penting untuk menghentikan serangan Juventus. Mario Gila juga melakukan intervensi krusial ketika Kolo Muani mendapatkan ruang untuk menembak setelah menerima umpan terobosan Conceicao.
Kolo Muani sendiri kesulitan menemukan ruang.
Salah satu peluang terbaik Juventus kembali gagal setelah sentuhan pertama sang penyerang tidak sempurna ketika menerima umpan terobosan Conceicao.
Milan mampu bertahan dari tekanan tersebut dan kemudian justru mencetak gol melalui peluang serius pertama mereka.
Alphadjo Cissé Bawa Milan Unggul
Gol Milan lahir dari sebuah serangan balik cepat di menit 68.
Pergantian pemain yang dilakukan Ruben Amorim terbukti memberikan dampak besar. Samuel Chukwueze mengawali serangan dengan mengirimkan umpan silang lapangan kepada Alphadjo Cissé.
Cissé mengontrol bola dengan baik, kemudian bergerak ke dalam dan melewati Manuel Locatelli.
Ia kemudian melepaskan tembakan kaki kanan yang meluncur melewati sela-sela kaki Pierre Kalulu sebelum masuk ke pojok bawah gawang. Juventus 0-1 Milan.
Gol tersebut terasa semakin berharga karena Milan mencetaknya melalui peluang benar-benar berbahaya pertama mereka dalam pertandingan.
Juventus sempat memprotes duel awal De Winter dengan Kolo Muani yang menjadi bagian dari rangkaian serangan tersebut.
Namun, wasit tetap mengesahkan gol.
Menariknya, gol Cissé juga mengakhiri penantian panjang Milan untuk mencetak gol di Serie A melawan Juventus. Sebelumnya, gol terakhir Rossoneri ke gawang Bianconeri di kompetisi tersebut dicetak Olivier Giroud pada Mei 2023.
Woltemade Jalani Debut Bersama Juventus
Dalam upaya mengejar ketertinggalan, Juventus kemudian memasukkan Nick Woltemade.
Penyerang tersebut menjalani debutnya bersama Bianconeri.
Woltemade langsung berusaha memberikan kontribusi. Ia mendapatkan peluang melalui situasi bola mati ketika tendangan bebas Teun Koopmeiners membentur pagar hidup dan bola kembali jatuh ke arahnya.
Namun, penyelesaiannya masih melambung di atas gawang.
Juventus terus meningkatkan tekanan.
Jeremie Boga juga mendapatkan kesempatan melalui tembakan cepat, tetapi usahanya masih tepat mengarah kepada Maignan.
Waktu terus berjalan dan Milan semakin dekat dengan kemenangan.
Namun, Juventus memiliki satu kesempatan terakhir.
Federico Gatti Selamatkan Juve
Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Juventus akhirnya menemukan gol yang mereka cari di menit 92.
Koopmeiners mengirimkan umpan silang dari sisi kiri menuju tiang jauh.
Di sana sudah berdiri Federico Gatti.
Bek Juventus tersebut menyambut bola dengan sundulan dan mengarahkannya ke dalam gawang Milan.
Juventus 1-1 Milan.
San Siro—atau lebih tepatnya Allianz Stadium dalam laga ini—langsung bergemuruh.
Gatti yang sebelumnya sempat diperkirakan meninggalkan Juventus pada bursa transfer musim panas justru menjadi pemain yang menyelamatkan tim dari kekalahan.
Gol tersebut menjadi bukti bahwa keputusan mempertahankannya bisa memberikan nilai penting dalam situasi seperti ini.
Gatti Kembali Menjadi Mimpi Buruk Amorim
Ada satu fakta menarik di balik gol Gatti.
Bek Juventus tersebut sebelumnya juga pernah mencetak gol ketika menghadapi tim yang dilatih Ruben Amorim, yakni Sporting.
Kini, Gatti kembali mencetak gol penting ke gawang tim yang berada di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut.
Kebetulan atau tidak, statistik kecil itu membuat Gatti kembali menjadi sosok yang menggagalkan kemenangan tim Amorim.
Pergantian Pemain Menentukan Jalannya Pertandingan
Pertandingan Juventus vs Milan juga menunjukkan betapa pentingnya kedalaman skuad.
Di kubu Milan, masuknya Chukwueze memberikan energi baru dalam serangan dan terlibat langsung dalam proses gol Cissé.
Sementara Juventus akhirnya mendapatkan kontribusi penting dari pemain yang masuk dan dari pemain yang bertahan hingga akhir.
Woltemade memang belum berhasil mencetak gol pada debutnya, tetapi kehadirannya menambah opsi serangan Juventus.
Sementara itu, keputusan mempertahankan Gatti justru berbuah sangat manis.
Bek yang sempat diprediksi pergi tersebut akhirnya mencetak gol yang memastikan Juventus membawa pulang satu poin.
Juventus dan Milan Sama-Sama Belum Terkalahkan
Hasil 1-1 membuat kedua tim harus menerima satu poin.
Milan sebenarnya memiliki peluang untuk membawa pulang kemenangan setelah mampu bertahan cukup baik dan unggul hingga masa tambahan waktu. Namun, Juventus menunjukkan mentalitas untuk terus mengejar hasil sampai peluit akhir.
Bagi Bianconeri, gol Gatti merupakan penyelamat.
Bagi Milan, hasil ini terasa seperti dua poin yang terlepas setelah kemenangan sudah berada di depan mata.
Meski begitu, kedua tim tetap mempertahankan catatan tidak terkalahkan setelah mengawali musim dengan dua kemenangan.
Gatti Mengirim Pesan Penting
Pertandingan ini memberikan satu pesan penting bagi Juventus.
Dalam perjalanan panjang sebuah musim, pemain yang awalnya tidak menjadi pusat perhatian bisa saja muncul pada momen paling menentukan.
Gatti adalah contoh terbarunya.
Sempat diperkirakan meninggalkan Turin pada musim panas, ia justru menjadi pahlawan Juventus dalam pertandingan besar melawan Milan.
Gol tersebut bukan hanya menyelamatkan satu poin.
Gol itu juga menunjukkan bahwa Juventus memiliki karakter untuk terus berjuang hingga detik terakhir.
Sementara bagi Milan, hasil ini menjadi pengingat bahwa pertandingan belum selesai sebelum peluit akhir berbunyi.
Cissé sempat membawa Rossoneri berada di jalur kemenangan, tetapi Federico Gatti datang di masa tambahan waktu untuk menghancurkan pesta Milan dan memastikan Juventus terhindar dari kekalahan.
Susunan Pemain
Juventus: Vicario; Kalulu, Bremer, Lucumi, Celik (89′ Gatti); Locatelli, Douglas Luiz (76′ Woltemade); Conceicao (89′ Zhegrova), Nico Gonzalez (64′ Koopmeiners), Alajbegovic (64′ Boga); Kolo Muani.
Milan: Maignan; Gila (88′ F. Terracciano), De Winter, Pavlovic; Saelemaekers (61′ Loftus-Cheek), Musah, Modric (52′ Jashari), Estupinan; Rabiot (61′ Chukwueze), Moreira (61′ Cisse); Ramos.

Leave a Reply