
Luciano Spalletti meminta Juventus mengubah cara pandang terhadap badai cedera yang sedang menghantam skuad. Menurut sang pelatih, absennya sejumlah pemain utama tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan standar permainan Bianconeri.
Juventus akan menghadapi Sassuolo di Mapei Stadium dalam laga pekan ke-4 Serie A 2026-27, Senin (14/9/26) pukul 01.45 WIB.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Bianconeri untuk kembali meraih kemenangan setelah start sempurna mereka terhenti akibat hasil imbang 1-1 melawan AC Milan.
Dalam situasi sulit dengan banyak pemain yang harus menepi, Spalletti justru menuntut mentalitas positif dari anak asuhnya.
Juventus saat ini kehilangan sejumlah pemain penting. Manuel Locatelli, Kenan Yildiz, Weston McKennie, Khephren Thuram, Jeremie Boga, Andrea Cambiaso, Jeff Ekhator, dan Juan Cabal masuk dalam daftar pemain yang bermasalah dengan kebugaran.
Spalletti mengakui kehilangan Locatelli sangat disayangkan. Namun, ia tidak ingin situasi tersebut membuat Juventus terjebak dalam mentalitas negatif.
“Saya harus mengawalinya dengan menyampaikan rasa prihatin kami atas apa yang menimpa Locatelli, namun ketidakhadirannya justru membagi tanggung jawab kepada pemain lain,” ujar Spalletti dalam konferensi persnya.
“Locatelli adalah seseorang yang bahkan tidak melepas jersey Juventus ketika mandi, saking besarnya rasa cintanya terhadap klub ini. Saya melihat tanggung jawab yang diambil rekan-rekannya dalam sesi latihan. Mereka siap berjuang menghadapi situasi sulit apa pun,”
“Randal Kolo Muani sebenarnya bisa saja tiba saat waktu makan malam, tetapi dia memilih datang lebih awal ke tempat pemusatan tim untuk bersama rekan-rekannya,”
“Saya memiliki skuad yang kuat. Jadi, setiap pertandingan saya memilih 11 pemain kuat, tetapi saya juga harus meninggalkan 11 pemain lain yang sama kuatnya di bangku cadangan,”
“Jika saya kehilangan seorang pemain utama, saya mendapatkan protagonis lainnya. Ini soal bagaimana kita membingkai situasinya. Jangan mengatakan bahwa kami kehilangan seseorang, tetapi katakan bahwa ada seseorang yang siap bermain,”
Spalletti: Tidak Ada Mentalitas Alibi di Juventus
“Budaya mencari alasan (alibi) membuat kita berpikir dengan cara yang negatif. Saya pikir kami harus memenangkan pertandingan, menguasai situasi, dan bermain seperti Juventus,”
“Jika kami mulai berpikir bahwa kami terbatas karena berbagai kejadian, itu tidak bagus. Bahkan, saya tidak ingin membicarakan cedera lagi,”
Pape Matar Sarr juga sudah tersedia setelah kepindahannya dari Tottenham Hotspur.
“Sarr adalah pemain yang komplet. Dia bisa berlari ke ruang kosong dan mampu menghadapi tekanan. Saya penasaran melihatnya, dan kami mungkin bisa melihatnya bermain besok jika memang dibutuhkan,”
Woltemade Berpeluang Jadi Starter
“Kami sedang mengevaluasi kemungkinan memainkannya sebagai starter. Dia sudah beradaptasi dengan baik dan semua orang mengapresiasinya sejak sesi latihan pertama,”
Spalletti Tak Khawatir soal Perubahan Taktik
Absennya Locatelli membuat Juventus mengalami kekurangan pemain di lini tengah. Apakah kondisi tersebut bisa membuat Spalletti mengubah taktik?
“Saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa formasi awal tidaklah statis. Para pemain harus bergerak dan beradaptasi,”
“Ada satu bentuk ketika menyerang, bentuk lainnya ketika bertahan. Selain itu, kami bebas untuk bereksplorasi, baik di dunia maupun dalam sebuah pertandingan sepak bola,”
“Sepak bola sekarang tidak seperti dahulu, ketika bentuk permainan bisa terlihat dengan jelas. Saat ini ada lebih banyak kebebasan, dan kami berusaha untuk tidak memberikan referensi yang jelas kepada lawan,”
“Tidak ada yang berubah hanya karena Locatelli tidak tersedia. Skuad kami memungkinkan untuk memainkan sistem taktik apa pun,”
Koopmeiners Bisa Mendapat Peran Baru
Dengan banyaknya gelandang yang cedera, Teun Koopmeiners berpeluang kembali mendapatkan kesempatan. Pemain asal Belanda tersebut sebelumnya cukup kesulitan menemukan posisi idealnya di Juventus.
“Dia sudah sedikit berbeda, dan itu berasal dari keinginannya untuk tetap bertahan di Juventus selama bursa transfer. Hal itu membuat kami senang,” ujar Spalletti.
“Saya melihatnya lebih rileks, dengan tekanan yang lebih sedikit di kepalanya. Kami akan berusaha memberinya peran yang membuatnya merasa lebih nyaman, meskipun dia mampu melakukan berbagai hal,”
“Saya pikir situasi optimal baginya adalah berada di antara posisi gelandang tengah dan mezz’ala, tetapi tetap dengan kebebasan untuk bergerak,”
Douglas Luiz Mulai Menjadi Andalan
Pemain lain yang sebelumnya diperkirakan meninggalkan Juventus pada musim panas tetapi akhirnya bertahan adalah Douglas Luiz. Kini, gelandang Brasil tersebut mulai menjadi bagian reguler dari starting XI Juventus.
“Dia bukan sebuah perjudian, dia adalah sebuah kepastian. Dia sudah menunjukkan betapa bagus dirinya. Mungkin dia hanya membutuhkan kepercayaan terhadap kualitasnya,” tegas Spalletti.
“Ketika dia datang, dia terlalu lama mempertahankan bola. Namun, sekarang dia sudah memahami bahwa semakin cepat bola dipindahkan, semakin banyak sentuhan yang dia dapatkan,”
“Jika Anda terlalu banyak bergerak tanpa arah, Anda bisa kehilangan gambaran pertandingan. Dia bagus dalam umpan pendek maupun panjang dan mampu menghadapi duel,”
Spalletti Waspadai Sassuolo
Sassuolo, lawan Juventus pada pertandingan besok, dilatih mantan gelandang Alberto Aquilani dan memiliki identitas permainan yang jelas.
“Selama bertahun-tahun, Neroverdi dikenal karena kualitas sepak bola mereka. Klub tersebut juga layak mendapatkan pujian karena begitu solid dan seimbang,” kata Spalletti.
“Aquilani dulu mengatur permainan dari posisinya sebagai pemain. Sekarang, dia bisa melihat pergerakan yang sama dengan jelas dari pinggir lapangan,”
Gagal ke Liga Champions Harus Jadi Motivasi
Liga Champions telah dimulai pekan ini, tetapi Juventus masih harus menunggu jadwal mereka di Liga Europa.
“Itu memang menyakitkan, tetapi kami tahu bahwa hal ini bisa menjadi motivasi tambahan. Rasa sakit memberikan tanggung jawab dan keinginan yang lebih besar untuk kembali ke sana.” Pungkas Spalletti.

Leave a Reply