Neto Tiba di Turin, Petualangan Kedua Bersama Juventus Dimulai

Norberto Murara Neto resmi kembali menginjakkan kaki di Turin. Lebih dari satu dekade setelah meninggalkan Juventus, kiper asal Brasil itu kini memulai kembali petualangannya bersama klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Neto telah tiba di Turin, dan langsung menjalani agenda yang sudah disiapkan Juventus. Kiper berusia 37 tahun tersebut dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis di J Medical sebelum menuju markas klub untuk menyelesaikan proses penandatanganan kontrak.

Kembalinya Neto menjadi salah satu cerita menarik di tengah situasi darurat Juventus di posisi penjaga gawang.

Neto Kembali Setelah 11 Tahun

Juventus kembali merekrut Neto dengan status bebas transfer. Sang kiper akan terikat kontrak hingga akhir musim dengan nilai yang disebut berada di bawah €1 juta.

Transfer tersebut terbilang mengejutkan karena Neto sudah meninggalkan Juventus lebih dari satu dekade lalu.

Pada periode pertamanya di Turin, Neto datang pada 2015 dan menghabiskan dua musim bersama Juventus hingga 2017. Ketika itu, posisinya adalah pelapis Gianluigi Buffon.

Kini situasinya berbeda.

Neto kembali bukan untuk menjadi pelapis legenda Italia tersebut, melainkan menjadi bagian dari skuad yang memiliki Guglielmo Vicario sebagai penjaga gawang utama.

Menariknya, Vicario saat ini mengenakan nomor 25, nomor yang pernah digunakan Neto ketika menjalani petualangan pertamanya bersama Juventus.

Cedera Grabara Memaksa Juventus Bergerak Cepat

Kembalinya Neto bukan sekadar cerita romantis tentang mantan pemain yang pulang ke klub lamanya.

Ada alasan praktis yang membuat Juventus harus bergerak cepat.

Kamil Grabara mengalami cedera serius pada lutut kanan dan telah menjalani operasi rekonstruksi ligamen anterior (ACL). Kondisi tersebut membuat Juventus membutuhkan tambahan penjaga gawang berpengalaman untuk mengisi kedalaman skuad.

Pelatih Luciano Spalletti membutuhkan sosok yang bisa langsung beradaptasi dengan lingkungan klub dan sepak bola Italia.

Neto memenuhi beberapa kriteria tersebut.

Ia mengenal Juventus dari pengalaman sebelumnya dan memiliki pengalaman panjang di berbagai kompetisi top Eropa. Setelah meninggalkan Turin, Neto melanjutkan karier bersama Valencia, Barcelona, Bournemouth, Arsenal, hingga Botafogo.

Dengan pengalaman tersebut, Juventus berharap Neto dapat memberikan ketenangan dan kedalaman di sektor penjaga gawang.

Kontrak Jangka Pendek hingga Akhir Musim

Juventus tidak mengambil risiko besar dalam kesepakatan ini.

Neto bergabung dengan kontrak hingga akhir musim dan mendapatkan bayaran yang disebut berada di bawah €1 juta. Model kesepakatan tersebut memberikan Juventus solusi jangka pendek tanpa harus melakukan investasi besar.

Bagi Neto, situasinya juga memberikan kesempatan untuk kembali bermain setelah berstatus tanpa klub usai meninggalkan Botafogo.

Namun, terdapat satu tantangan yang harus segera dihadapinya.

Neto tidak bermain sejak Mei.

Artinya, kiper kelahiran 1989 tersebut membutuhkan waktu untuk kembali mendapatkan ritme pertandingan dan mengembalikan ketajaman fisiknya.

Selama jeda internasional, Neto akan menjalani program latihan untuk mengurangi efek minimnya aktivitas kompetitif sebelum kembali siap membantu Juventus.

Neto Ingin Menulis Ulang Cerita Lama di Juventus

Kembalinya Neto juga membawa cerita masa lalu yang belum sepenuhnya selesai.

Saat menjalani periode pertamanya di Juventus pada 2015-2017, Neto pernah mengungkapkan bahwa dirinya tidak puas dengan situasi yang dialaminya.

Ia merasa tidak mendapatkan kepercayaan yang cukup dan akhirnya memilih pergi demi mendapatkan kesempatan bermain lebih besar.

Keputusan tersebut kemudian membawanya menjalani perjalanan panjang di luar Italia.

Kini, setelah lebih dari sepuluh tahun berlalu, Neto kembali ke tempat yang sama dengan pengalaman yang jauh lebih banyak.

Jika dahulu ia datang sebagai penjaga gawang muda yang harus bersaing dengan Buffon, kali ini ia kembali sebagai pemain senior dengan pengalaman panjang di level Eropa.

Situasi tersebut membuat petualangan keduanya di Juventus memiliki konteks yang berbeda.

Tidak Langsung Ada Rotasi Vicario-Neto

Sebelumnya, Juventus sempat memiliki pola rotasi penjaga gawang antara Vicario dan Grabara untuk pertandingan Serie A dan Eropa.

Namun, kedatangan Neto kemungkinan tidak langsung mengubah pola tersebut.

Faktor utama adalah kondisi fisiknya. Neto sudah tidak bermain sejak Mei sehingga tidak realistis jika ia langsung dipercaya menjalani beban pertandingan reguler.

Spalletti kemungkinan akan memberikan waktu bagi sang kiper untuk membangun kembali kebugarannya.

Setelah itu, perannya akan lebih jelas berdasarkan kebutuhan tim dan kondisi Vicario.

Pengalaman Neto Jadi Modal Utama

Meski berusia 37 tahun, pengalaman menjadi salah satu alasan utama Juventus memilih Neto.

Ia sudah merasakan atmosfer Serie A dan pernah bermain untuk sejumlah klub besar Eropa. Pengalaman bersama Valencia, Barcelona, Bournemouth dan Arsenal membuat Neto memahami tuntutan sepak bola level tinggi.

Selain itu, ia tidak membutuhkan waktu panjang untuk mengenal lingkungan Juventus.

Faktor tersebut menjadi penting karena Juventus membutuhkan solusi cepat setelah cedera Grabara.

Neto juga datang dengan target pribadi. Setelah sebelumnya meninggalkan Juventus karena merasa tidak mendapatkan kesempatan yang diharapkan, ia kini memperoleh kesempatan kedua untuk menutup kisah tersebut dengan pengalaman yang berbeda.

Petualangan kedua Neto di Turin pun resmi dimulai.

Setelah menjalani pemeriksaan medis di J Medical dan menyelesaikan tanda tangan kontrak, sang penjaga gawang Brasil akan kembali mengenakan seragam Juventus dengan misi yang jauh berbeda dari satu dekade lalu.

Kali ini, bukan lagi sekadar menunggu kesempatan di belakang Buffon. Neto datang sebagai penjaga gawang berpengalaman yang dibutuhkan Juventus dalam situasi darurat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*