Lucumí Jadi Pemain Terakhir yang Kembali ke Juventus dari Jeda Internasional

Jhon Lucumí kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu pemain penting di lini belakang Timnas Kolombia. Bek Juventus tersebut tampil penuh selama 90 menit pada pertandingan pertama dalam jeda internasional kali ini melawan Meksiko (27/9).

Penampilan tersebut sekaligus menjadi konfirmasi bahwa Lucumí memiliki posisi penting dalam skuad Kolombia.

Bagi Juventus, menit bermain bersama tim nasional juga memberikan keuntungan karena sang bek tetap menjaga ritme pertandingan.

Namun, ada satu persoalan yang kini harus diperhatikan oleh Luciano Spalletti, yakni jadwal kepulangan Lucumí ke Turin.

Kolombia masih memiliki dua pertandingan lain di jeda internasional kali ini. Mereka akan menghadapi Paraguay pada 3 Oktober dan Peru pada 7 Oktober.

Artinya, Lucumí menjadi pemain Juventus yang paling akhir menyelesaikan tugas internasionalnya.

Jadwal tersebut membuat perjalanan Lucumí menjadi perhatian Juventus.

Setelah pertandingan melawan Peru pada 7 Oktober, sang bek baru akan melakukan perjalanan kembali ke Turin. Waktu kepulangannya sangat dekat dengan pertandingan pekan ke-6 Serie A 2026-27 melawan Cagliari.

Situasi ini membuat Spalletti harus memperhitungkan aspek kebugaran secara matang.

Masalahnya bukan hanya jumlah menit bermain, tetapi juga perjalanan panjang yang harus ditempuh setelah menjalani dua pertandingan internasional tambahan.

Spalletti Harus Mengelola Kondisi Sang Bek

Bagi Spalletti, Lucumí merupakan pemain yang penting. Namun, mempertahankan kondisi fisiknya tetap menjadi prioritas.

Memaksakan pemain yang baru saja menyelesaikan tugas internasional dan menempuh perjalanan panjang tentu memiliki risiko tersendiri.

Karena itu, tim pelatih Juventus kemungkinan harus menilai kondisi Lucumí setelah kembali ke Turin sebelum menentukan keterlibatannya.

Situasi tersebut juga menunjukkan pentingnya kedalaman skuad Juventus.

Jika Lucumí membutuhkan waktu tambahan untuk pemulihan, Spalletti masih harus memiliki alternatif di lini belakang agar tim tetap kompetitif tanpa mengambil risiko terhadap kondisi sang pemain.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*