
CEO Juventus, Giovanni Carnevali menegaskan betapa pentingnya Liga Champions bagi kondisi finansial Bianconeri. Ia juga memberikan dukungan penuh kepada pelatih Luciano Spalletti, serta menjelaskan strategi Juventus dalam membangun skuad untuk masa depan.
Carnevali berbicara cukup terbuka mengenai kondisi dan arah masa depan Juventus dalam Festival dello Sport di Trento.
Sebagai CEO dan General Manager baru Juventus, Carnevali membahas sejumlah persoalan penting, mulai dari target kompetitif, dampak finansial tanpa Liga Champions, kebijakan transfer, pengembangan pemain muda, hingga masa depan Luciano Spalletti.
Salah satu pernyataannya yang paling menarik perhatian adalah mengenai pentingnya kembali tampil di Liga Champions. Menurut Carnevali, posisi empat besar memberikan jaminan finansial yang sangat penting bagi Juventus.
Tanpa Liga Champions, Dampaknya Sangat Besar
Juventus mengakhiri Serie A musim lalu di posisi keenam sehingga harus bermain di Liga Europa. Situasi tersebut memberikan dampak terhadap ruang gerak klub di bursa transfer.
Carnevali tidak menutupi besarnya konsekuensi finansial ketika Juventus gagal mendapatkan tiket Liga Champions.
“Posisi empat besar memberikan jaminan finansial. Musim ini kami melihat kerugian tanpa Liga Champions,” ujarnya.
Ia bahkan menggunakan istilah “berdarah-darah” untuk menggambarkan besarnya dampak ketika sebuah klub seperti Juventus tidak bermain di kompetisi elite Eropa tersebut.
“Ini sudah lebih menjadi urusan bisnis daripada sepak bola. Lain ceritanya jika Anda lolos ke Liga Champions, tetapi jika tidak, situasinya seperti berdarah-darah,”
Namun, Carnevali menegaskan bahwa target Juventus tidak berhenti pada sekadar finis empat besar.
“Meski begitu, kami tidak akan puas hanya dengan finis di posisi empat besar. Target kami adalah juara,”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kualifikasi Liga Champions dipandang sebagai kebutuhan penting dari sisi bisnis, tetapi target olahraga Juventus tetap lebih tinggi.
Juventus Tidak Ingin Bergantung pada Penjualan Besar
Kondisi finansial juga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan Juventus melakukan penjualan besar pada musim panas mendatang.
Carnevali tidak memastikan akan ada pemain bintang yang dilepas. Ia menegaskan bahwa prioritas klub adalah mempertahankan tim yang kompetitif, sembari tetap mematuhi parameter UEFA.
“Kami fokus untuk menjadi kompetitif. Tentu saja kami harus menghormati parameter UEFA. Kita lihat bagaimana pasar berkembang dan peluang apa yang tersedia,” ujar Carnevali.
Dengan demikian, kemungkinan perubahan skuad tetap terbuka, tetapi keputusan tersebut akan bergantung pada kondisi pasar dan kebutuhan klub.
Next Gen Jadi Bagian Penting Strategi Juventus
Salah satu solusi yang ingin terus dikembangkan Juventus adalah memaksimalkan pemain muda.
Bianconeri menjadi klub pertama di Italia yang memiliki tim muda yang berkompetisi di Serie C melalui proyek Next Gen. Sistem tersebut memungkinkan pemain akademi mendapatkan pengalaman di sepak bola profesional sebelum masuk ke tim utama.
Carnevali ingin semakin banyak pemain Italia yang mendapatkan kesempatan di Juventus.
“Ide saya adalah membawa lebih banyak pemain Italia, tetapi itu tidak mudah,”
Menurutnya, Juventus memiliki sejumlah pemain menarik di Next Gen yang dapat dipromosikan ke tim utama atau dikirim melalui skema peminjaman untuk mendapatkan pengalaman lebih banyak.
Strategi ini juga berkaitan dengan kondisi pasar transfer yang semakin mahal.
Alajbegovic Diproyeksikan Jadi Investasi Masa Depan
Salah satu contoh strategi tersebut adalah perekrutan Kerim Alajbegovic.
Juventus berhasil mendapatkan pemain muda tersebut meskipun harus bersaing dengan klub-klub besar. Carnevali mengakui bahwa Chelsea bahkan sempat memberikan tawaran yang lebih tinggi, tetapi Juventus tetap mampu mengamankan sang pemain.
Menurut Carnevali, Juventus membutuhkan pemain muda dengan potensi perkembangan besar.
“Kami membutuhkan seseorang yang di masa depan bisa dijual seharga €70-80 juta,”
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana Juventus memandang pemain muda bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga sebagai bagian dari strategi ekonomi klub.
Carnevali menyadari bahwa Juventus tidak selalu dapat bersaing secara finansial dengan klub yang memperoleh pemasukan besar dari Liga Champions. Karena itu, menemukan talenta muda sebelum harganya melonjak menjadi salah satu pendekatan yang ingin dikembangkan.
Carnevali Bela Spalletti
Performa Juventus pada awal musim juga membuat Luciano Spalletti mendapat sorotan.
Kekalahan dari Sassuolo menjadi salah satu momen ketika kritik terhadap sang pelatih meningkat. Bahkan muncul rumor mengenai kemungkinan Antonio Conte kembali ke Turin.
Namun, Carnevali menegaskan bahwa posisi Spalletti tidak sedang dipertanyakan oleh manajemen.
“Spalletti tidak perlu dibela oleh saya,”
Carnevali kemudian memberikan pujian tinggi terhadap kemampuan mantan pelatih tim nasional Italia tersebut.
“Spalletti adalah pelatih luar biasa,”
Menurut Carnevali, Spalletti bukan hanya memiliki pengalaman, tetapi juga kemampuan mengajarkan sepak bola secara langsung kepada pemain. Ia bahkan mengaku berharap publik bisa melihat sendiri bagaimana Spalletti menjalankan sesi latihan.
“Saya sudah melihat banyak pelatih. Dia adalah orang yang mampu, dia mengajarkan sepak bola. Kami membutuhkan pelatih seperti dia,” kata Carnevali.
“Conte adalah teman dan pelatih top, tetapi dia bukan bagian dari pemikiran kami dan tidak pernah demikian,”
Carnevali juga menekankan pentingnya kontinuitas setelah Juventus mengalami beberapa pergantian dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, sebuah proyek tidak dapat dibangun tanpa fondasi yang kuat. Karena itu, Juventus membutuhkan kesinambungan dalam proyek yang sedang berjalan bersama Spalletti.
“Sudah terlalu banyak perubahan di Juventus dalam beberapa tahun terakhir. Anda tidak bisa membangun sesuatu tanpa fondasi yang kokoh,” tegasnya.
Dengan demikian, setidaknya berdasarkan pernyataan Carnevali di Festival dello Sport, rumor mengenai pergantian Spalletti dengan Conte tidak berasal dari rencana internal Juventus.
Rumor Del Piero Jadi Presiden Dibantah
Carnevali juga ditanya mengenai rumor bahwa Alessandro Del Piero berpotensi kembali ke Juventus dalam kapasitas sebagai presiden klub.
Jawabannya singkat.
“Tidak ada yang mengatakan apa pun kepada saya, tidak ada kebenaran mengenai hal itu,”
Dengan pernyataan tersebut, Carnevali menepis kabar yang mengaitkan legenda Juventus tersebut dengan posisi presiden.

Leave a Reply