Zhegrova Ungkap Alasan Bertahan di Juventus, Ravanelli: “Dia Punya Kualitas Luar Biasa”

Edon Zhegrova mengungkap alasan dirinya memilih bertahan di Juventus setelah melewati musim panas lalu yang penuh ketidakpastian.

Winger asal Kosovo itu menegaskan kecintaannya kepada Bianconeri, sementara Fabrizio Ravanelli memberikan pembelaan terhadap gaya bermainnya.

Edon Zhegrova akhirnya buka suara mengenai keputusannya untuk tetap menjadi bagian dari Juventus di tengah berbagai spekulasi selama bursa transfer musim panas.

Winger asal Kosovo tersebut mengaku tidak pernah ingin meninggalkan Turin dalam situasi seperti itu. Setelah melewati periode penuh ketidakpastian, Zhegrova kini menegaskan keinginannya untuk memberikan kontribusi maksimal bersama Bianconeri.

Berbicara kepada SportMediaset setelah Kosovo bermain imbang tanpa gol melawan Israel, Zhegrova menjelaskan bahwa kecintaannya kepada Juventus menjadi salah satu alasan utama dirinya memilih bertahan.

“Saya mencintai klub ini dan ingin meraih prestasi hebat,” ujar Zhegrova, dikutip dari TuttoMercatoWeb.

Zhegrova Ingin Meraih Kesuksesan Bersama Juventus

Zhegrova mengaku sangat bahagia ketika Juventus mendatangkannya.

Menurut sang pemain, keputusannya bertahan bukan karena tidak memiliki pilihan lain, melainkan karena ia memang ingin melanjutkan perjalanan bersama klub yang sudah membuatnya merasa nyaman.

“Ketika mereka merekrut saya, saya sangat bahagia. Saya tidak ingin pergi dengan cara seperti itu. Saya ingin bertahan dan sekarang saya ingin melakukan hal-hal besar,” kata Zhegrova.

Ia juga menyebut kesempatan bermain untuk Juventus sebagai sebuah kehormatan.

“Saya sangat bahagia berada di sini. Ini klub besar dan saya hanya bisa merasa senang dengan rekan-rekan setim, klub, pelatih, dan seluruh tim. Saya akan memberikan yang terbaik setiap kali berada di lapangan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Zhegrova setelah masa depan sang pemain sempat menjadi bahan pembicaraan.

Tak Masuk Skuad Liga Europa

Meski menyatakan ingin memberikan yang terbaik untuk Juventus, perjalanan Zhegrova sejauh ini belum sepenuhnya berjalan mulus.

Salah satu keputusan yang cukup mengejutkan adalah ketika namanya tidak masuk dalam daftar pemain Juventus untuk Liga Europa.

Keputusan tersebut dibuat oleh pelatih Luciano Spalletti. Namun, Zhegrova menegaskan dirinya menghormati keputusan sang pelatih.

“Itu pilihan Spalletti. Saya akan melakukan yang terbaik dan menghormati setiap keputusan. Kami memiliki tim yang hebat dan kami bermain untuk menang,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah Juventus lebih baik dibandingkan Inter, Zhegrova memilih memberikan jawaban bernada candaan.

“Saya tidak ingin membicarakan hal ini, tetapi Juventus selalu lebih baik,” katanya sambil tersenyum.

Dua Gol Zhegrova Saat Hadapi Sassuolo

Menariknya, keputusan untuk tidak memasukkan Zhegrova ke daftar Liga Europa datang ketika sang pemain justru menunjukkan kontribusi penting di Serie A.

Zhegrova masuk sebagai pemain pengganti ketika Juventus menghadapi Sassuolo dan kemudian mencetak dua gol untuk membawa Bianconeri kembali ke dalam pertandingan.

Dua gol tersebut membuat Juventus mampu menyamakan kedudukan sebelum Vasilije Adzic mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu.

Performa tersebut menunjukkan bahwa Zhegrova tetap mampu memberikan dampak ketika mendapatkan kesempatan bermain.

Situasi tersebut pula yang membuat sejumlah pihak mempertanyakan bagaimana Juventus seharusnya memaksimalkan kemampuan pemain berusia tersebut.

Ravanelli Berikan Pembelaan

Salah satu sosok yang memberikan dukungan kepada Zhegrova adalah mantan striker Juventus, Fabrizio Ravanelli.

Berbicara dalam podcast YouTube Tuttosport, Ravanelli mengaku sudah lama menyukai karakter permainan Zhegrova.

“Saya selalu menyukai Zhegrova. Saya sudah beberapa kali berdiskusi dengan Spalletti mengenai penggunaannya,” ujar Ravanelli, dikutip TMW.

Ravanelli mengaku memahami karakter Spalletti sebagai seorang pelatih.

“Saya mengenal pelatih dengan baik dan tahu dia sedikit seperti seorang ‘palu’ terhadap para pemainnya, dalam arti yang positif,”

Namun, menurut Ravanelli, Zhegrova merupakan pemain yang terkadang membutuhkan pendekatan berbeda.

“Ini adalah pemain yang pada momen tertentu seharusnya dibiarkan lebih tenang. Dia memiliki kualitas luar biasa dan kekuatan yang seharusnya membuat semua orang memaafkannya ketika sesekali dia melakukan kesalahan atau tidak terlalu disiplin dalam bertahan,”

Risiko Zhegrova Justru Bagian dari Permainannya

Ravanelli juga menyoroti karakter permainan Zhegrova yang sering mengambil risiko ketika menguasai bola.

Winger Kosovo tersebut memang dikenal berani melakukan aksi individu, mencoba melewati lawan, dan mencari solusi yang dapat menciptakan peluang.

Bagi Ravanelli, kehilangan bola dalam situasi tersebut tidak selalu harus dianggap sebagai sesuatu yang negatif.

“Jika Zhegrova kehilangan beberapa bola, itu karena dia terus mengambil risiko dalam permainan. Dia ingin menjadi penentu,” jelasnya.

Mantan penyerang Juventus itu kemudian membandingkan karakter tersebut dengan kecenderungan sebagian pemain di Serie A.

“Di Serie A saya melihat begitu banyak pemain yang menerima bola lalu mengopernya kembali ke belakang. Saya juga bisa bermain pada usia 58 tahun dengan cara seperti itu,” ujar Ravanelli dengan nada bercanda.

Pernyataan Ravanelli tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai pemain dengan karakter menyerang seperti Zhegrova.

Di satu sisi, kehilangan bola dan kurangnya kontribusi defensif dapat menjadi aspek yang harus diperbaiki. Namun di sisi lain, keberanian mengambil risiko juga dapat menjadi sumber kreativitas ketika Juventus menghadapi pertahanan lawan yang rapat.

Dua gol Zhegrova melawan Sassuolo menjadi salah satu contoh bagaimana kualitas individu sang winger dapat memberikan perubahan besar dalam pertandingan.

Kini, Zhegrova telah menyatakan dengan jelas bahwa dirinya ingin bertahan di Juventus dan mengejar target besar bersama klub.

Bagi Bianconeri, tantangannya adalah bagaimana memaksimalkan kemampuan pemain Kosovo tersebut sembari tetap menjaga keseimbangan yang diinginkan Spalletti dalam sistem permainan Juventus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*