Insiden penalti gagal Jonathan David saat Juventus ditahan imbang Lecce 1-1 terus memicu perdebatan panas di Italia.
Kali ini, polemik tersebut berkembang menjadi adu pernyataan antara pelatih Juventus, Luciano Spalletti, dan jurnalis ternama Italia, Sandro Sabatini.
Meski Juventus bangkit dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Sassuolo, di mana David mencetak satu gol dan satu assist, sorotan terhadap penalti gagal tersebut belum juga mereda.
Bahkan, Spalletti merasa perlu menyinggung peran media yang dinilainya sengaja menciptakan kebingungan.
Kronologi Penalti Kontroversial Jonathan David
Dalam laga kontra Lecce, Jonathan David sebenarnya bukan penendang penalti utama Juventus. Tugas tersebut biasanya menjadi milik Manuel Locatelli atau Kenan Yildiz. Namun, keduanya sepakat memberi kesempatan kepada David untuk mengeksekusi.
Keputusan itu berujung petaka. Penalti David gagal, Juventus kehilangan poin penting, dan kritik pun mengalir deras dari sebagian fans serta media Italia. Situasi ini memunculkan narasi bahwa terjadi kekacauan internal dalam menentukan algojo penalti.
Spalletti Angkat Bicara dan Singgung Media
Usai kemenangan atas Sassuolo, Spalletti kembali menyinggung insiden tersebut, kali ini dengan nada yang lebih tajam. Ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memperkeruh suasana.
“Ada orang-orang yang peduli pada teman mereka di tempat lain dan mencoba menciptakan kebingungan lewat video-video kecil di ponsel mereka, melontarkan berbagai macam hinaan,” ujar Spalletti.
Ia menegaskan bahwa Juventus tidak mengalami kekacauan dalam urusan penalti. Spalletti juga membela keputusan memberikan kesempatan kepada David, mengingat rekam jejak sang striker yang sukses mengeksekusi lebih dari 20 penalti sepanjang kariernya.
“Anda tahu bahwa dua orang yang seharusnya mengambil penalti adalah Locatelli dan Yildiz. Kemudian hal ini terjadi, saya senang kapten [Locatelli] menunjukkan kepribadiannya dengan mengubah pilihan, tetapi lain kali, dia juga perlu memberi tahu saya,”
“Semua kegaduhan ini sengaja diciptakan untuk menanamkan kebingungan. Mereka tidak akan menemukan lahan yang subur di sini,” tegasnya.
Sandro Sabatini Merasa Tersindir dan Membalas
Pernyataan Spalletti tersebut memancing reaksi dari Sandro Sabatini, jurnalis Sport Mediaset yang aktif membuat konten analisis di YouTube. Ia merasa tersinggung dengan sindiran “video-video kecil” yang dilontarkan sang pelatih.
“Saya tidak tahu apakah Spalletti merujuk kepada saya, tapi saya memang membuat banyak video kecil,” kata Sabatini.
Ia menilai sindiran tanpa menyebut nama sebagai sesuatu yang kurang elegan. Menurutnya, kritik yang ia sampaikan terhadap penalti David bersifat profesional dan bukan serangan personal.
“Saya menanggapi, meskipun dia tidak menyebut nama saya, karena saya tidak suka sindiran yang samar. Saya telah menonton banyak video pendek tentang penalti itu, bahkan ada yang mengatakan David memalukan, tetapi justru dia (Spalletti) tersinggung oleh video saya,”
Sabatini Tegaskan Netralitasnya
Sabatini juga menepis anggapan bahwa dirinya membela klub atau pelatih tertentu. Meski dikenal kerap membela Massimiliano Allegri dari kritik berlebihan, ia menegaskan posisinya tetap netral.
“Saya tidak mendukung tim atau pelatih mana pun. Saya hanya mendukung tim nasional Italia,” ujarnya.
Bahkan, ia menambahkan pernyataan kontroversial dengan menyebut Allegri sebagai sosok ideal jika Italia gagal lolos ke Piala Dunia, karena diyakini mampu membawa kesuksesan di ajang Euro.
“Saya berharap kita akan lolos ke Piala Dunia. Namun, jika kita tidak lolos, saya sarankan untuk merekrut Allegri karena kita akan memiliki Euro yang hebat bersamanya, saya yakin.”

Leave a Reply