Manuel Locatelli menjadi salah satu sosok sentral di balik kemenangan penting Juventus 2-0 atas Benfica pada matchday 7 Liga Champions 2025-26, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB.
Bukan hanya karena perannya di lini tengah, tetapi juga momen emosional saat ia menerima standing ovation dari para tifosi Allianz Stadium, sebuah pengakuan yang ia sebut sebagai “kebahagiaan ganda”.
Kemenangan ini memastikan Juventus mengamankan tiket playoff Liga Champions, sekaligus menjaga peluang finis di delapan besar klasemen fase liga (lolos langsung ke 16 besar).
Babak Kedua Jadi Titik Kebangkitan Juventus
Locatelli mengakui bahwa Juventus tampil lebih lepas dan efektif setelah turun minum, usai melewati babak pertama yang penuh tekanan.
“Kami bermain lebih baik di babak kedua, ketika lebih bebas secara mental. Kami tahu harus tetap tenang dan tidak kebobolan,” ujar Locatelli kepada Prime Video Italia, dikutip dari TMW.
Sebagai kapten, gelandang timnas Italia itu menekankan pentingnya kedewasaan bermain di laga besar Eropa, terutama saat tim tidak tampil dominan.
Standing Ovation yang Emosional
Salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika Locatelli ditarik keluar menjelang akhir laga. Seluruh fans di stadion berdiri memberikan tepuk tangan, sebuah bentuk apresiasi yang jarang ia rasakan dalam beberapa tahun terakhir.
“Mendapatkan sambutan seperti ini dari fans klub yang saya cintai adalah kebahagiaan ganda,”
“Saya mengalami momen-momen sulit dalam beberapa musim terakhir, tetapi saya selalu memberikan yang terbaik untuk Juventus,” ungkapnya.
Kebangkitan Locatelli di Era Spalletti
Performa stabil Locatelli musim ini juga menandai kebangkitannya di bawah asuhan Luciano Spalletti.
Hubungan keduanya sempat dipertanyakan, terutama setelah sang pelatih tidak memasukkan Locatelli ke skuad Italia pada Euro 2024.
Namun kini, situasinya berubah.
“Pelatih langsung berbicara kepada saya sejak awal. Saya selalu siap membantu tim. Dia pelatih hebat dan masih punya banyak hal untuk diberikan kepada kami,” kata Locatelli.
Ia pun mengakui bahwa dirinya harus bertanggung jawab atas performa di masa lalu.
“Saya tahu saya harus tampil lebih baik pada tahun Euro. Sekarang saya merasa baik, saya bahagia.”

Leave a Reply