Juventus 3-2 Galatasaray (5-7 Agg): Si Nyonya Tersingkir dari Liga Champions

Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh Juventus saat menjamu Galatasaray di leg kedua babak play-off UEFA Champions League 2025-26, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.

Sempat tertinggal agregat jauh dan bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua, Bianconeri bangkit dan memaksa laga ke perpanjangan waktu setelah unggul 3-0 di waktu normal. Namun, gol krusial dari Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz memastikan langkah Juve terhenti dengan agregat akhir 5-7.

Sebuah malam penuh drama di Turin: heroik, emosional, namun berakhir pahit.

Misi Nyaris Mustahil Sejak Awal

Kekalahan 2-5 pada leg pertama di Istanbul membuat Juventus menghadapi tugas berat. Padahal saat itu mereka sempat unggul 2-1 sebelum kartu merah Juan Cabal mengubah segalanya.

Di leg kedua, situasi belum sepenuhnya ideal:

  • Juan Cabal dan Andrea Cambiaso absen
  • Dusan Vlahovic serta Arek Milik cedera
  • Kenan Yildiz belum 100% fit
  • Gleison Bremer hanya duduk di bangku cadangan

Sementara di kubu Galatasaray, Osimhen tetap starter meski sempat mengalami masalah lutut.

Babak Pertama: Harapan Mulai Tumbuh

Juventus langsung tampil agresif. Federico Gatti dan Teun Koopmeiners mendapatkan peluang emas lewat sundulan jarak dekat, tetapi belum membuahkan hasil.

Gol pembuka akhirnya datang melalui penalti Manuel Locatelli pada menit ke-37, setelah pelanggaran terhadap Khephren Thuram. Skor menjadi 1-0 dan agregat menipis menjadi 3-5.

Stadion kembali hidup. Keyakinan mulai tumbuh.

Kartu Merah Kontroversial dan Mental Baja Juve

Drama terjadi di menit ke-48 ketika Lloyd Kelly diusir wasit. Awalnya kartu kuning kedua, namun setelah tinjauan VAR berubah menjadi kartu merah langsung. Juventus kembali harus bermain dengan 10 orang, sebuah deja vu dari leg pertama.

Namun alih-alih runtuh, mereka justru semakin berani.

  • Gatti mencetak gol kedua (70’)
  • Weston McKennie menanduk bola hasil situasi bola mati (82’)

Skor 3-0 di waktu normal, agregat menjadi 5-5.

Dengan 10 pemain selama lebih dari satu jam, Juventus memaksakan extra time. Sebuah kebangkitan mental yang luar biasa.

Extra Time: Osimhen Jadi Algojo

Di perpanjangan waktu, Juventus masih menyerang. Mereka bahkan nyaris mencetak gol keempat lewat peluang Edon Zhegrova dan Jeremie Boga. Namun kesalahan kecil menjadi fatal.

Federico Gatti terpeleset saat mencoba mengantisipasi umpan Baris Alper Yilmaz. Osimhen memanfaatkan situasi itu dengan penyelesaian klinis menembus kaki Mattia Perin (105’).

Agregat kembali berpihak pada Galatasaray: 5-6.

Di menit ke-119, Baris Alper Yilmaz memastikan kemenangan lewat skema serangan balik cepat, menutup laga dengan skor agregat 5-7.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*