Locatelli Emosional Usai Juventus Tersingkir dari Liga Champions: “Kami Berikan Hati dan Jiwa, Rasanya Ingin Menangis”

Kekalahan dramatis Juventus dari Galatasaray di play-off Liga Champions 2025-26 meninggalkan luka mendalam bagi Manuel Locatelli.

Gelandang sekaligus kapten Bianconeri itu tak mampu menyembunyikan emosinya setelah timnya gugur dengan agregat 5-7, meski sempat memaksakan perpanjangan waktu dalam laga heroik di Allianz Stadium.

“Kami memberikan hati dan jiwa untuk pertandingan ini… saya merasa ingin menangis,” ujar Locatelli kepada Amazon Prime Video Italia.

Comeback Nyaris Sempurna yang Berujung Pahit

Misi Juventus memang sudah sangat berat sejak kalah 2-5 pada leg pertama di Istanbul. Situasi makin sulit ketika Lloyd Kelly menerima kartu merah di menit ke-48 saat Juve unggul 1-0 lewat penalti Locatelli.

Namun alih-alih menyerah, Juve justru menunjukkan mentalitas luar biasa. Gol dari Federico Gatti dan Weston McKennie memaksa pertandingan berlanjut ke extra time. Stadion bergemuruh, harapan membumbung tinggi.

Sayangnya, keunggulan jumlah pemain akhirnya dimanfaatkan Galatasaray. Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz menghancurkan mimpi Juventus dengan dua gol di masa tambahan waktu.

Inilah Juventus yang Harus Kami Pertahankan

Meski tersingkir, para pendukung tetap memberikan tepuk tangan meriah kepada tim yang bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam. Locatelli mengaku bangga dengan reaksi dan karakter yang diperlihatkan rekan-rekannya.

“Kami benar-benar percaya bisa melakukannya. Atmosfer stadion luar biasa, malam seperti ini akan selalu dikenang. Energi dari suporter memberi kami kekuatan tambahan,” katanya.

Sepanjang musim ini, Juventus kerap dikritik karena dianggap kurang menunjukkan daya juang. Namun laga ini menjadi pembuktian bahwa semangat Bianconeri belum padam.

“Inilah Juventus yang ingin kami lihat, dan inilah yang harus selalu kami tunjukkan. Kami berada di jalur yang benar dan tidak boleh kehilangan keyakinan,” tegasnya.

Mentalitas Bangkit Menuju Serie A

Kekecewaan tentu besar, apalagi beberapa peluang emas terbuang sia-sia. Salah satunya ketika Edon Zhegrova gagal memaksimalkan kesempatan krusial. Bahkan Khephren Thuram terlihat menangis di tepi lapangan saat agregat sempat imbang.

Namun waktu tak memberi ruang untuk terlalu lama meratapi hasil ini. Juventus sudah ditunggu laga penting Serie A melawan AS Roma.

“Kami hanya bisa memuji perjuangan tim malam ini. Kesalahan bisa terjadi. Sekarang kami harus fokus pada pertandingan berikutnya.” Tutup Locatelli.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*