Juventus Gugur di Play-off Liga Champions, Gatti: “Kami Bayar Mahal Hasil Leg Pertama”

Bek Juventus, Federico Gatti tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai timnya gugur di play-off Liga Champions setelah duel dramatis melawan Galatasaray.

Meski tampil heroik dengan 10 pemain di leg Kedua, Bianconeri tetap harus mengubur mimpi melaju lebih jauh.

Dalam wawancara bersama Sky Sport, Gatti secara jujur mengakui bahwa kegagalan ini berakar dari kesalahan di leg pertama.

Kini, fokus Juventus langsung tertuju pada laga krusial kontra AS Roma yang disebutnya sebagai pertandingan “hidup atau mati”.

Juventus Tampil Heroik, Tapi Terlambat

Juventus sebenarnya menunjukkan mentalitas luar biasa di hadapan publik Allianz Stadium. Bermain dengan 10 orang, mereka tetap memberikan perlawanan sengit dan nyaris membalikkan keadaan.

Namun menurut Gatti, semuanya sudah terlalu sulit sejak kekalahan telak di leg pertama.

“Yang dihitung adalah hasil akhirnya, tetapi hari ini kami tampil luar biasa meski bermain dengan satu pemain lebih sedikit. Kami menyia-nyiakan leg pertama, karena pertandingan seperti itu seharusnya tidak berakhir seperti itu, dan hari ini kami membayar konsekuensinya,” ujar Gatti.

Bek Italia tersebut menegaskan bahwa laga di Istanbul seharusnya bisa dikendalikan. Skor 5-2 menjadi luka yang terlalu dalam untuk diperbaiki sepenuhnya, meski Juventus sempat menghidupkan harapan di leg kedua.

Kontroversi dan Kekecewaan

Gatti juga menyinggung adanya momen kontroversial dalam pertandingan yang menurutnya patut dipertanyakan.

“Sangat menyakitkan tersingkir seperti ini. Tadi malam juga ada sebuah insiden yang setelah saya lihat ulang terasa cukup meragukan. Tapi kami sudah bangkit meski dengan 10 pemain, dan itu yang paling membuat saya menyesal,”

Pernyataan ini mencerminkan rasa frustrasi besar di kubu Juventus. Mereka merasa telah melakukan segalanya, bahkan lebih dari 100 persen, namun tetap gagal mengamankan tiket lolos ke babak 16 besar.

Leg Pertama Jadi Titik Kehancuran

“Pertandingan di sana seharusnya berakhir 3-2, paling buruk 4-2. Lalu di kandang Anda bisa mencetak dua gol. Tapi tidak boleh berakhir 5-2. Kami benar-benar membuang peluang lolos di leg pertama, dan ini sangat mengecewakan karena kami menampilkan performa luar biasa malam ini,”

Analisis ini selaras dengan kenyataan di lapangan. Jika selisih gol lebih tipis, Juventus memiliki peluang realistis untuk melakukan comeback. Namun margin tiga gol menjadi beban berat, terlebih ketika harus bermain dengan 10 orang di leg kedua.

Fokus ke Roma: Laga Krusial

Tak ada waktu lama untuk meratapi kegagalan. Juventus kini harus segera bangkit karena laga berikutnya melawan Roma akan menentukan arah musim mereka.

“Itu jelas pertandingan hidup atau mati. Sulit berbicara sekarang, saya benar-benar kelelahan malam ini karena kami memberikan lebih dari 100 persen. Sangat menyakitkan tersingkir seperti ini.”

Pertandingan kontra Roma berpotensi menentukan dalam perebutan zona Liga Champions.

Tekanan besar menanti, tetapi mentalitas yang diperlihatkan melawan Galatasaray bisa menjadi fondasi kebangkitan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*