Sandro Sabatini: Juventus Punya “Satu Penyesalan Besar” di Liga Champions

Kegagalan Juventus melangkah ke babak 16 Besar di Liga Champions UEFA musim ini masih menyisakan luka mendalam.

Meski meraih kemenangan dramatis 3-2 setelah perpanjangan waktu atas Galatasaray di Allianz Stadium, hasil tersebut tak cukup untuk membalikkan agregat setelah kekalahan telak 5-2 di leg pertama di Turki.

Pengamat sepak bola Italia, Sandro Sabatini, menilai ada satu penyesalan besar yang akan terus membayangi Bianconeri, yakni performa buruk di leg pertama.

Misi Nyaris Mustahil Sejak Awal

Datang ke leg kedua dengan defisit tiga gol jelas bukan tugas ringan. Juventus membutuhkan kemenangan dengan selisih empat gol untuk memastikan tiket ke babak 16 Besar.

Secara realistis, sangat sedikit yang percaya mereka mampu mencetak tiga gol tanpa balas, apalagi empat. Tekanan luar biasa menyelimuti skuad asuhan Luciano Spalletti.

Namun di Turin, Juventus menunjukkan karakter berbeda.

Respons Penuh Semangat di Turin

Bermain di depan pendukung sendiri, Juventus tampil penuh determinasi. Mereka berhasil meraih kemenangan 3-2 melalui perpanjangan waktu meski bermain hanya dengan 10 orang, sebuah hasil yang setidaknya mengembalikan harga diri tim setelah performa mengecewakan di leg pertama.

Allianz Stadium memberikan aplaus untuk Spalletti dan para pemain. Sabatini pun mengakui bahwa laga tersebut hampir menjadi malam legendaris.

“Pada akhirnya, Spalletti menerima tepuk tangan yang pantas dari stadion. Sebuah penghormatan untuk pertandingan yang hampir menjadi legenda, meski berakhir buruk,” ujar Sabatini.

Meski menang, agregat tetap berpihak kepada Galatasaray. Juventus harus tersingkir, dan rasa pahit itu tak terhindarkan.

Penyesalan Besar: Leg Pertama yang Buruk

Menurut Sabatini, akar kegagalan Juventus terletak pada penampilan di Turki.

“Galatasaray melaju, sementara Juventus—tim terbaik dalam beberapa tahun terakhir—pulang dengan satu penyesalan besar: leg pertama yang buruk.”

Kekalahan 5-2 di Turki menjadi luka yang tak bisa diperbaiki sepenuhnya, betapapun impresifnya performa di leg kedua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*