Winger andalan Juventus, Francisco Conceicao, melontarkan pernyataan jujur usai hasil imbang dramatis 3-3 kontra AS Roma pada pekan ke-27 Serie A 2025-26 di Stadio Olimpico, Senin (2/3/2026) dini hari WIB.
Meski laga berakhir tanpa pemenang, Conceicao merasa Bianconeri sebenarnya layak meraih tiga poin. Di sisi lain, ia juga mengakui satu hal penting untuk perkembangan kariernya: ia harus mencetak lebih banyak gol.
Gol Spektakuler yang Bangkitkan Harapan Juventus
Pertandingan berlangsung penuh drama. Roma sempat unggul 3-1 lewat gol Wesley, Evan Ndicka, dan Donyell Malen. Namun Juventus bangkit secara luar biasa.
Conceicao membuka jalan comeback lewat tendangan setengah voli kaki kiri yang menghujam pojok atas gawang, gol yang banyak disebut sebagai gol terbaik dalam pertandingan tersebut.
Di masa injury time, dua pemain pengganti, Jeremie Boga dan Federico Gatti, memastikan skor berakhir 3-3 dalam laga thriller enam gol.
“Itu gol yang bagus, tapi saya lebih bahagia dengan respons tim setelah tertinggal 3-1. Situasinya jauh lebih sulit saat itu. Jika ada tim yang pantas menang, saya rasa itu kami, karena kami punya beberapa peluang sangat jelas,” ujar Conceicao kepada DAZN Italia.
Evaluasi Diri: Harus Cetak Lebih Banyak Gol
Meski mencetak gol indah, Conceicao tetap bersikap kritis terhadap dirinya sendiri. Gol tersebut baru menjadi gol keempatnya musim ini dari 32 pertandingan kompetitif, dan ia belum mencetak gol sejak pertemuan terakhir melawan Roma pada Desember lalu.
“Untuk mencapai level berikutnya, saya jelas harus mencetak lebih banyak gol. Saya yang pertama mengakui itu. Bermain untuk Juventus berarti Anda harus lebih efektif di depan gawang.”
Pernyataan ini menunjukkan mentalitas tinggi pemain asal Portugal tersebut. Ia menyadari bahwa untuk menjadi pemain kelas dunia, kontribusi gol menjadi faktor krusial.
Menariknya, Conceicao juga mengungkap momen personal setelah pertandingan:
“Saudara-saudara saya langsung mengirim video gol itu ke ruang ganti dan memberi selamat,”
Pengaruh Luciano Spalletti dalam Perkembangannya
Conceicao juga mengungkap peran pelatih timnas Italia, Luciano Spalletti, dalam membentuk permainannya—terutama saat tidak memegang bola.
Menurutnya, ia diminta menjadi pemain pertama yang melakukan pressing dan membantu pertahanan.
“Saya harus menjadi bek pertama, memulai tekanan, masuk ke duel. Spalletti selalu mengatakan kualitas saya akan muncul jika saya bermain untuk tim.”
Pendekatan ini memperlihatkan evolusi Conceicao menjadi pemain yang lebih komplet, bukan hanya andalan dalam situasi menyerang.

Leave a Reply