Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menunjukkan campuran rasa puas dan kecewa usai hasil imbang dramatis 3-3 melawan AS Roma dalam laga pekan ke-27 Serie A 2025-26 di Stadio Olimpico, Senin (2/3/2026) dini hari WIB.
Namun satu hal yang sangat jelas dari pernyataannya: Juventus masih percaya penuh pada peluang finis di empat besar Serie A.
Bahkan dengan penuh keyakinan, Spalletti menegaskan jika dirinya hidup untuk posisi keempat.
Mental Baja Juventus: Tak Pernah Menyerah
Juventus kembali membuktikan karakter kuat mereka. Setelah tertinggal 3-1 hingga menit ke-78, Bianconeri bangkit melalui gol Jeremie Boga dan Federico Gatti untuk mengamankan satu poin penting.
Beberapa hari sebelumnya, mereka juga menunjukkan semangat juang luar biasa di Liga Champions dengan membalikkan defisit besar melawan Galatasaray hingga memaksa perpanjangan waktu, meski akhirnya tersingkir secara agregat.
Spalletti mengakui sisi positif dari reaksi timnya:
“Jika kita berbicara tentang reaksi tim, maka ya saya senang, tetapi jika kita melihat keseluruhan musim ini, maka saya tidak terlalu senang,” ujar Spalletti kepada DAZN Italia.
Namun ia juga menyoroti kelemahan yang masih harus diperbaiki.
“Kami terlalu lamban pada gol kedua dan ketiga. Kami sendiri yang menempatkan diri dalam situasi sulit,”
Peran Pemain Pengganti dan Keyakinan Tanpa Batas
Menariknya, dua gol comeback Juventus dicetak oleh pemain pengganti. Bahkan tendangan bebas penentu di akhir laga juga diawali kontribusi pemain dari bangku cadangan.
Ketika ditanya apakah ia selalu yakin perubahan taktik bisa membalikkan keadaan, Spalletti menjawab dengan filosofi sederhana:
“Saat Anda berusia 66 tahun seperti saya, Anda akan selalu percaya. Itulah yang harus ditularkan kepada pemain,”
Ia memuji intuisi dan kualitas pemain seperti Jeremie Boga, Kenan Yildiz, dan Edon Zhegrova yang mampu menciptakan momen magis dari situasi sulit.
Bagi Spalletti, keyakinan adalah fondasi utama dalam olahraga maupun kehidupan.
Target Jelas: Empat Besar Harga Mati
Meski hasil ini membuat Juventus turun ke posisi keenam, jarak mereka dengan Roma di peringkat keempat hanya empat poin. Dengan kompetisi yang semakin ketat, peluang masih terbuka lebar.
“Ada ledakan antusiasme yang lahir dari momen-momen berkualitas. Boga punya intuisi dan bisa menciptakan situasi dari hampir tidak ada apa-apa, begitu juga Kenan Yildiz dan Zhegrova. Kami harus selalu memiliki keyakinan, dalam olahraga maupun dalam hidup,”
Spalletti tidak ragu menegaskan ambisinya:
“Tentu saya percaya. Saya hidup untuk posisi keempat,”
Ia juga menyebut timnya telah berkembang dalam banyak aspek, meski sempat terbebani tekanan dan kurang beruntung di beberapa momen.
“Kami pernah mengalami momen di mana terlalu banyak beban yang menekan kami, dan kami juga tidak terlalu beruntung, tetapi tim ini telah berkembang pesat dalam banyak aspek yang berbeda,”
Persaingan Zona Liga Champions Makin Sengit
Musim ini, perebutan tiket Liga Champions di Serie A kembali berlangsung hingga pekan-pekan terakhir. Setiap poin menjadi krusial, dan mentalitas seperti yang ditunjukkan Juventus bisa menjadi pembeda.
Spalletti menegaskan bahwa dukungan fans membuat beban jersey Juventus terasa lebih ringan di bahu para pemain.
“Pada momen seperti ini para suporter juga sangat membantu, dan ketika mereka mendukung kami, beban mengenakan seragam itu terasa sedikit lebih ringan di pundak para pemain.”

Leave a Reply