Bremer Tegaskan Ambisi Juventus: “Sudah 6 Tahun Tanpa Arah, Saatnya Kembali Menang!”

Bek tangguh Gleison Bremer melontarkan pernyataan tegas jelang laga panas antara Juventus melawan AC Milan pada pekan ke-34 Serie A 2025-26, Senin (27/4/26) pukul 01.45 WIB di San Siro.

Dalam konferensi pers terbaru, Bremer menegaskan bahwa Bianconeri tidak bisa terus “jalan di tempat” tanpa arah selama bertahun-tahun.

Kritik Pedas: Juventus Terlalu Lama “Jalan di Tempat”

Bremer secara blak-blakan menyebut bahwa Juventus telah kehilangan identitas sebagai tim juara dalam enam tahun terakhir.

“Juventus sudah seperti berjalan tanpa arah selama Enam tahun, dan ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Bremer, seperti dikutip oleh Football-Italia.

“Saya bahagia di sini, tetapi penting bagi klub untuk kembali ke jalur kemenangan. Untuk bisa dianggap sebagai pemain juara, Anda harus kembali meraih kemenangan,”

Ambisi Pribadi: Waktu Tidak Menunggu

Di usia 29 tahun, Bremer merasa tidak punya waktu untuk menunggu proyek jangka panjang tanpa hasil nyata.

“Saya ingin menang, karena saya berusia 29 tahun dan tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Anda tidak bisa terus berjalan tanpa arah selama enam tahun, Anda harus menargetkan Scudetto. Meski begitu, masih terlalu dini untuk mengatakan kami akan menantangnya musim depan. Kami harus menyelesaikan musim ini terlebih dahulu, lalu melihat apa yang terjadi di bursa transfer,”

Pernyataan ini menunjukkan:

  • Tekanan internal dalam skuad
  • Keinginan kuat untuk meraih trofi
  • Mentalitas juara yang mulai kembali tumbuh

Laga Krusial vs Milan di San Siro

Pertandingan melawan AC Milan di San Siro menjadi sangat penting, bukan hanya soal gengsi, tetapi juga:

  • Perebutan posisi di klasemen Serie A
  • Penentuan tiket Liga Champions
  • Momentum menuju akhir musim

Bremer menegaskan bahwa kemenangan di laga ini bisa “mengunci” posisi Juventus di zona Liga Champions.

“Jika kami menang besok, Liga Champions hampir pasti akan kami raih,” tambah Bremer.

Perubahan di Era Luciano Spalletti

Sejak ditangani Luciano Spalletti, Juventus mulai menunjukkan perubahan signifikan:

  • Gaya bermain lebih proaktif
  • Penguasaan bola lebih dominan
  • Fokus pada kontrol permainan

“Klub mengambil keputusan ini, dan sejak kedatangannya, tim telah banyak berubah,” lanjutnya.

Bremer juga menyoroti keputusan klub memperpanjang kontrak beberapa pemain penting seperti:

  • Kenan Yildiz
  • Wesley McKennie
  • Manuel Locatelli

“Mereka juga memperbarui kontrak untuk Kenan Yildiz, Wes McKennie, Manuel Locatelli,”

Langkah ini menjadi bagian dari fondasi jangka panjang.

Perbandingan dengan Era Allegri

Bremer juga mengakui peran Massimiliano Allegri dalam membangun kembali mentalitas menang di masa lalu.

Namun kini, di bawah Spalletti:

  • Juventus bermain lebih modern
  • Lebih menekankan distribusi bola
  • Semua pemain dituntut aktif dalam ruang

“Bersama Massimiliano Allegri semuanya berjalan baik, karena kami kembali meraih kemenangan setelah waktu yang lama, dan saya juga belajar banyak darinya tentang cara bertahan. Sementara itu, Luciano Spalletti selalu ingin memainkan bola, mengontrol permainan, dan itulah yang kami coba lakukan dari pertandingan ke pertandingan,”

“Spalletti ingin semua pemain mampu menempati ruang dengan baik, mengangkat kepala, dan melihat opsi umpan yang tersedia,”

Isu Transfer Alisson Becker

Terkait rumor Juventus mengincar Alisson Becker dari Liverpool, Bremer memilih realistis:

  • Mengakui kualitas Alisson sebagai kiper top dunia
  • Menegaskan keputusan ada di tangan klub
  • Percaya pada kiper yang sudah ada seperti Perin dan Di Gregorio

“Saya belum berbicara dengan Alisson, dia kiper hebat, tetapi kami sudah memiliki Perin dan Di Gregorio. Ini terserah klub, bukan saya,”

Evaluasi Musim: Belum Memuaskan

Meski masih bersaing di papan atas, Bremer menilai musim ini belum bisa disebut sukses:

  • Gagal tampil maksimal di Coppa Italia
  • Performa kurang di Liga Champions
  • Inkonsistensi di beberapa fase musim

“Ini bukan musim yang positif sama sekali. Kami seharusnya bisa berbuat lebih baik, terutama di Coppa Italia dan Liga Champions, tetapi itu sudah masa lalu dan kita harus menatap ke depan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*