
Juventus memberikan respons luar biasa setelah kekalahan 3-2 dari Sassuolo. Lima gol dari lima pemain berbeda mengantar Bianconeri menghancurkan NEC Nijmegen 5-0 pada laga pembuka fase liga Europa League 2026/27 di Allianz Stadium.
Juventus akhirnya mendapatkan jawaban yang mereka cari setelah hasil mengecewakan di Serie A.
Hanya beberapa hari setelah takluk 3-2 dari Sassuolo, Juventus bangkit dengan kemenangan telak 5-0 atas NEC Nijmegen dalam pertandingan perdana fase liga Europa League 2026/27.
Lima pemain berbeda mencatatkan nama di papan skor. Bahkan, tiga di antaranya mencetak gol perdana untuk Juventus.
Hasil tersebut bukan hanya memberikan tiga poin dan awal positif di kompetisi Eropa, tetapi juga menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Luciano Spalletti setelah posisinya sempat menjadi bahan pembicaraan sebelum pertandingan.
Nico Gonzalez Buka Pesta Gol Juventus
Pertandingan baru berjalan Sembilan menit ketika Juventus mendapatkan hadiah besar dari kesalahan lawan.
Kamil Grabara, yang menjalani debut bersama Juventus, mengirim bola panjang ke depan. Namun, penjaga gawang NEC Nikolas Polster justru keluar terlalu jauh dari sarangnya dan gagal membaca arah bola.
Nico Gonzalez memanfaatkan situasi tersebut dengan cepat. Ia melewati Polster dan kemudian menggulirkan bola ke gawang yang sudah kosong.
Gol tersebut menjadi pembuka pesta Juventus sekaligus momen yang menunjukkan bahwa kesalahan kecil bisa dihukum dengan cepat di level Eropa.
Menariknya, Grabara yang menjalani debut untuk Juventus justru tercatat sebagai pemain yang memberikan kontribusi awal terhadap terciptanya gol tersebut.
Alajbegovic Cetak Gol Perdana
Juventus menggandakan keunggulan pada menit ke-24.
Weston McKennie membawa bola ke depan sebelum mengirim umpan ke arah tepi kotak penalti. Ademola Alajbegovic kemudian melepaskan tembakan keras yang menghujam sudut atas gawang NEC.
Gol tersebut menjadi gol perdana Alajbegovic bersama Juventus sejak bergabung pada musim panas.
Pemain asal Bosnia tersebut menunjukkan ketenangan dan kualitas penyelesaian yang membuat Juventus semakin nyaman mengendalikan pertandingan.
Woltemade Tambah Keunggulan dari Titik Penalti
Sepuluh menit kemudian, Juventus kembali mendapatkan peluang emas.
Almugera Kabar melakukan pelanggaran terhadap Nico Gonzalez di dalam kotak penalti. Nick Woltemade kemudian maju sebagai eksekutor.
Penyerang asal Jerman itu berhasil mengirim Polster ke arah yang salah dan mengubah skor menjadi 3-0.
Bagi Woltemade, gol tersebut juga memiliki arti khusus karena merupakan gol pertamanya bersama Juventus.
Dengan tiga gol dalam 35 menit, Bianconeri praktis sudah berada dalam posisi sangat nyaman.
NEC Sempat Memberikan Perlawanan
Meski Juventus menang telak, pertandingan sebenarnya tidak sepenuhnya berjalan satu arah.
NEC bahkan melepaskan tujuh tembakan berbanding lima milik Juventus pada babak pertama dan sempat menguasai bola lebih banyak.
Setelah turun minum, dominasi penguasaan bola NEC bahkan meningkat. Pada 15 menit pertama babak kedua, mereka mampu menguasai sekitar 67 persen penguasaan bola.
Ayodele Thomas menjadi salah satu pemain NEC yang paling aktif. Ia dua kali menguji Grabara dan beberapa kali berhasil memberikan ancaman dari sisi kiri.
Dennis Geiger, yang masuk lebih awal setelah Clement Bischoff mengalami cedera, juga sempat melepaskan tembakan yang hanya melebar tipis di atas mistar.
Namun, semua usaha tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Grabara Tampil Tenang di Bawah Mistar
Salah satu hal positif lainnya bagi Juventus adalah penampilan Kamil Grabara.
Setelah kesalahan Polster memberikan Juventus gol pertama, NEC tidak mampu memberikan tekanan yang benar-benar membahayakan penjaga gawang Polandia tersebut.
Grabara memang sempat diuji oleh Thomas, tetapi secara keseluruhan ia mampu menjaga gawang Juventus tetap bersih.
Di depannya, pertahanan Bianconeri juga tampil disiplin meskipun Spalletti mulai melakukan sejumlah pergantian pemain.
Weston McKennie ditarik keluar pada menit ke-60 dan digantikan Gleison Bremer. Francisco Conceicao serta Teun Koopmeiners juga masuk menggantikan Nico Gonzalez dan Douglas Luiz.
Celik dan Kolo Muani Lengkapi Pesta Gol
Juventus kemudian menambah gol keempat pada menit ke-75.
Randal Kolo Muani masuk menggantikan Alajbegovic dan hanya membutuhkan waktu empat menit untuk memberikan kontribusi.
Penyerang Prancis tersebut melewati Tobias Storm sebelum mengirim umpan tarik ke depan gawang. Zeki Celik berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikannya.
Gol Celik membuat Juventus unggul 4-0 sekaligus menjadi gol perdana lainnya untuk klub.
Belum selesai.
Pada menit ke-82, Kolo Muani akhirnya mencetak golnya sendiri.
Jhon Lucumi memberikan umpan yang membebaskan Kolo Muani. Situasinya kembali mengingatkan pada gol pembuka Gonzalez: Polster keluar dari sarangnya, tetapi Kolo Muani berhasil melewatinya dan memasukkan bola ke gawang kosong.
Skor berubah menjadi 5-0 untuk Juventus.
Kemenangan telak ini datang pada waktu yang sangat penting bagi Juventus.
Kekalahan dari Sassuolo sebelumnya membuat berbagai pertanyaan muncul mengenai performa dan posisi Spalletti. Bahkan, beberapa jam sebelum pertandingan, direktur olahraga Frederic Massara secara terbuka memberikan dukungan kepada sang pelatih.
Kini, kemenangan 5-0 atas NEC memberikan sedikit ruang bernapas bagi Spalletti.
Lebih dari sekadar skor besar, Juventus menunjukkan respons yang dibutuhkan setelah hasil buruk di Serie A.
Lima gol dari lima pemain berbeda juga memperlihatkan kontribusi kolektif Bianconeri.
Europa League akhirnya dimulai dengan cara yang sangat positif bagi Juventus. Setelah pertandingan ini, perhatian akan kembali beralih ke Serie A, tetapi Spalletti setidaknya memiliki satu modal penting: timnya mampu memberikan respons ketika berada dalam tekanan.

Leave a Reply