
Pierre Kalulu meminta Juventus tidak terlalu larut dalam kekecewaan setelah kekalahan 3-2 dari Sassuolo di Serie A.
Bek asal Prancis itu menegaskan bahwa perhatian Bianconeri kini sepenuhnya tertuju pada NEC Nijmegen dalam pertandingan pertama Europa League 2026/27 pada Jum’at (18/9/26) pukul 02.00 WIB.
Kalulu hadir dalam konferensi pers bersama pelatih Luciano Spalletti menjelang pertandingan Juventus vs NEC Nijmegen di Allianz Stadium, Kamis malam.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Juventus untuk merespons hasil mengecewakan di Serie A. Kekalahan 3-2 dari Sassuolo pada akhir pekan lalu membuat Bianconeri kembali mendapat sorotan media, sementara Spalletti berada di bawah tekanan untuk segera membawa tim kembali ke jalur positif.
Namun, Kalulu memilih tidak melihat terlalu jauh ke belakang.
“Kami selalu fokus pada pertandingan berikutnya karena hanya pertandingan itulah yang penting. Kami tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi di masa lalu. Satu-satunya keinginan kami adalah bermain besok,” ujar Kalulu.
Kalulu: Masa Lalu Tidak Bisa Diubah
Pesan Kalulu cukup sederhana, tetapi penting bagi Juventus.
Kekalahan dari Sassuolo sudah menjadi bagian dari perjalanan musim. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubah skor akhir pertandingan tersebut.
Karena itu, bek serbabisa Juventus tersebut meminta rekan-rekannya mengalihkan energi kepada pertandingan berikutnya.
Debut Europa League melawan NEC Nijmegen menjadi kesempatan bagi Juventus untuk memberikan respons langsung di atas lapangan.
Bermain di Allianz Stadium juga memberikan peluang bagi Bianconeri untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri setelah hasil negatif di kompetisi domestik.
Jadwal Tengah Pekan Bukan Masalah bagi Kalulu
Juventus akan menjalani lebih banyak pertandingan tengah pekan karena keterlibatan mereka di Europa League.
Namun, Kalulu tidak menganggap bermain pada Kamis malam sebagai persoalan besar.
Menurutnya, seorang pemain justru selalu ingin mendapatkan kesempatan bermain, terlepas dari hari pertandingan.
“Selama Anda adalah seorang pemain, Anda selalu ingin bermain,” katanya.
Kalulu juga menyadari bahwa jadwal kompetisi memang tidak bisa diubah oleh para pemain.
“Dalam hal hari pertandingan, tidak banyak yang berubah karena tidak ada yang bisa kami lakukan mengenai hal itu. Kami tetap memiliki dua atau tiga hari untuk melakukan pemulihan,”
Dengan jadwal padat, kemampuan Juventus mengelola kondisi fisik dan melakukan rotasi akan menjadi salah satu aspek penting sepanjang musim.
Kalulu Bicara soal Kolo Muani
Kalulu juga mendapat pertanyaan mengenai Randal Kolo Muani.
Keduanya diketahui memiliki hubungan dekat di luar lapangan. Kolo Muani kembali menjadi bagian permanen Juventus setelah sebelumnya dipinjam dari Paris Saint-Germain.
Namun, sang striker masih menunggu gol pertamanya sejak kembali memperkuat Bianconeri.
Kalulu menilai gol dapat memberikan dampak besar bagi Kolo Muani sekaligus membantu Juventus.
“Memang benar, dalam situasi seperti ini sebuah gol akan sangat membantu tim, dan kami tahu bahwa gol itu akan datang,”
Pernyataan tersebut menunjukkan kepercayaan Kalulu terhadap rekan dekatnya.
Alih-alih memberikan tekanan tambahan, ia percaya Kolo Muani hanya membutuhkan momen yang tepat untuk kembali menemukan ketajamannya.
Europa League Bukan Sekadar Jalan Alternatif ke Liga Champions
Kalulu juga ditanya apakah memenangkan Europa League merupakan jalan yang lebih mudah untuk mendapatkan tiket Liga Champions dibandingkan finis di empat besar Serie A.
Jawabannya cukup tegas.
“Bagi saya, itu cara berpikir yang salah. Kami tidak boleh berpikir mengenai cara termudah untuk menang,”
Menurut Kalulu, Juventus harus menjalani perjalanan mereka sendiri dan bertanggung jawab terhadap setiap pertandingan yang dimainkan.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa Juventus tidak ingin menjadikan Europa League sekadar jalur alternatif menuju Liga Champions.
Kompetisi Eropa harus dihadapi dengan ambisi yang sama seperti Serie A.
Kalulu Tak Membeda-bedakan Conceicao dan Zhegrova
Kalulu juga membahas hubungan kerjanya dengan pemain sayap Juventus.
Sebagai bek kanan, ia bisa bermain di belakang Francisco Conceicao maupun Edon Zhegrova.
Keduanya memiliki karakteristik permainan yang berbeda, tetapi Kalulu tidak merasa perlu mengubah pendekatannya secara signifikan.
“Tidak. Mereka berdua menyerang dengan baik meskipun memiliki kualitas yang berbeda. Saya ingin membantu mereka semaksimal mungkin dalam aksi-aksi menyerang mereka. Saya tidak banyak mengubah sesuatu di antara keduanya,”
Pernyataan tersebut memperlihatkan fleksibilitas Kalulu.
Ia memahami bahwa setiap winger memiliki gaya bermain masing-masing. Tugasnya adalah menyesuaikan diri dan memberikan dukungan agar pemain di depannya dapat menjalankan tugas ofensif secara maksimal.
NEC Nijmegen Jadi Kesempatan Juventus untuk Bangkit
Pertandingan melawan NEC Nijmegen kini menjadi fokus utama Juventus.
Setelah kekalahan dari Sassuolo, Bianconeri membutuhkan respons. Namun, respons tersebut tidak cukup hanya dengan kata-kata.
Kalulu ingin melihat Juventus menunjukkan jawabannya melalui permainan di lapangan.
Europa League memberikan panggung berbeda bagi Juventus. Kompetisi tersebut juga membuka perjalanan baru bagi skuad Spalletti pada musim 2026/27.
Karena itu, pesan Kalulu menjelang pertandingan sangat jelas: masa lalu tidak dapat diubah, sementara pertandingan berikutnya adalah satu-satunya hal yang bisa dikendalikan Juventus.
Kini, kesempatan tersebut hadir di Allianz Stadium.

Leave a Reply