
Guglielmo Vicario tidak ingin Juventus mencari alasan setelah menelan kekalahan 2-3 dari Sassuolo dalam laga pekan ke-4 Serie A 2026-27.
Sang kiper menilai Bianconeri kehilangan keseimbangan permainan dan melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi bagi tim sebesar Juventus.
Juventus harus pulang dengan tangan kosong dari Mapei Stadium setelah kalah dramatis 2-3 dari Sassuolo. Hasil tersebut tentu meninggalkan kekecewaan besar, terlebih Bianconeri sempat memiliki momentum positif dalam pertandingan.
Berbicara kepada DAZN setelah pertandingan, Vicario mengakui Juventus terlalu bernafsu untuk mencari kemenangan hingga kehilangan kontrol permainan.
“Tentu ada kekecewaan besar. Saya memahami keinginan untuk memenangkan pertandingan, karena Juventus memiliki kewajiban untuk mencoba dan memenangkan setiap pertandingan. Namun, kami kemudian sedikit kehilangan keseimbangan,” ujar Vicario.
Vicario: Juventus Tidak Boleh Kebobolan Seperti Itu
Menurut Vicario, masalah utama Juventus bukan terletak pada keinginan untuk menyerang, melainkan ketidakmampuan mengelola situasi pertandingan dengan tenang.
Ia mengungkapkan bahwa aspek tersebut sebenarnya sudah menjadi pembahasan bersama pelatih sepanjang pekan. Namun, ketika pertandingan berlangsung, Juventus justru terlalu berani dan kehilangan keseimbangan.
“Kami sudah membicarakannya sepanjang pekan dengan pelatih. Kami terlalu gegabah. Dua gol yang kami terima, Juventus tidak boleh kebobolan dengan cara seperti itu,” tegasnya.
Vicario tetap memberikan apresiasi terhadap respons Juventus setelah tertinggal. Namun, ia menilai tim harus mampu mengontrol emosi dan tempo pertandingan ketika momentum sudah berada di pihak mereka.
“Reaksi kami setelah tertinggal memang positif. Tetapi ketika pertandingan mulai menguntungkan kami, kami harus lebih seimbang dan lebih tenang,” lanjutnya.
Kiper Juventus itu percaya kualitas skuad sebenarnya cukup untuk menciptakan peluang tanpa harus bermain terburu-buru.
“Kami punya kualitas dan bisa menciptakan situasi berbahaya, seperti peluang yang kami ciptakan melalui Woltemade. Kami memiliki tim yang berkualitas. Jadi, kami harus lebih tenang karena peluang akan datang,”
Cedera Locatelli Bukan Alasan Juventus
Salah satu persoalan besar yang dihadapi Juventus dalam pertandingan tersebut adalah absennya sejumlah pemain penting, termasuk kapten Manuel Locatelli.
Locatelli mengalami cedera yang membuatnya harus menepi dalam waktu cukup panjang. Namun, Vicario menolak menjadikan situasi tersebut sebagai alasan atas kekalahan Juventus.
“Dia adalah kapten dan pemain yang sangat penting bagi kami. Tetapi kami tidak bisa bersembunyi di balik alasan absennya pemain,” kata Vicario.
Menurutnya, Juventus memiliki skuad yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai masalah. Karena itu, para pemain yang tersedia harus mampu mengambil tanggung jawab lebih besar.
“Kami harus sadar bahwa kami harus melewati setiap rintangan, setiap masalah dan setiap kesulitan. Kami tentu sedih untuk Manuel, karena sayangnya cederanya akan berlangsung lama,” ujarnya.
Namun, Vicario menegaskan bahwa Juventus masih memiliki banyak pemain berkualitas yang dapat menggantikan peran Locatelli.
“Kami memiliki pemain-pemain dengan level tinggi di dalam skuad. Jadi, kami harus terus melangkah dan tidak boleh bersembunyi di balik alasan,”
Kami Kenakan Jersey dengan Sejarah Luar Biasa
Pesan Vicario kemudian semakin kuat ketika ia berbicara mengenai tanggung jawab mengenakan jersey Juventus.
Menurutnya, status sebagai pemain Juventus membawa konsekuensi besar. Para pemain harus menunjukkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab setiap kali berada di lapangan.
“Kami mengenakan jersey yang sangat bergengsi, dengan sejarah yang luar biasa. Kami harus membawanya dengan rasa bangga dan tanggung jawab,” tegas Vicario.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sang kiper tidak ingin Juventus larut dalam persoalan cedera maupun hasil buruk. Fokus utama harus segera diarahkan kepada pertandingan berikutnya.
Vicario: Mulai Besok Harus Move On
Ketika ditanya apakah kekalahan dari Sassuolo lebih banyak menimbulkan kemarahan atau kekhawatiran, Vicario memilih kata kekecewaan dan kemarahan.
Pasalnya, ia merasa Juventus sebenarnya sudah memiliki momentum untuk memenangkan pertandingan.
“Menurut saya, yang tersisa adalah kekecewaan dan kemarahan, karena pertandingan sudah berbalik menguntungkan kami,” jelasnya.
Vicario kembali menekankan pentingnya keseimbangan dan kemampuan mengelola momen dalam pertandingan.
“Kami harus memiliki lebih banyak keseimbangan dan pengelolaan terhadap berbagai momen pertandingan karena kami memiliki kualitas, bahkan banyak kualitas,”
Ia juga mengingatkan bahwa pertandingan sepak bola belum benar-benar selesai sampai peluit akhir berbunyi.
“Kami harus memahami bahwa kami bahkan bisa mencetak gol di detik terakhir. Kami hanya membutuhkan sedikit lebih banyak perhatian,”
Bagi Vicario, tidak ada gunanya Juventus terlalu lama meratapi kekalahan tersebut. Evaluasi harus dilakukan, tetapi halaman baru juga harus segera dibuka.

Leave a Reply