
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti meninggalkan Allianz Stadium dengan perasaan jauh lebih lega setelah timnya menang telak 5-0 atas NEC Nijmegen pada laga pembuka Europa League 2026/27.
Selain puas dengan performa anak asuhnya, sang pelatih memberikan perhatian khusus kepada Kamil Grabara yang menjalani debutnya bersama Bianconeri.
Kemenangan besar tersebut menjadi respons Juventus setelah sebelumnya menelan kekalahan 2-3 dari Sassuolo di Serie A. Spalletti melihat para pemain mampu tampil lebih tenang, mengubah keraguan menjadi keputusan yang tepat, serta memaksimalkan keinginan untuk memberikan respons di lapangan.
Spalletti Puas dengan Respons Juventus
Spalletti mengakui bahwa kemenangan atas NEC membuatnya jauh lebih puas dibandingkan ketika memasuki pertandingan.
“Saya sangat puas. Mereka memasuki lapangan dengan pikiran yang jernih, mengubah keraguan menjadi keputusan dan membuat keputusan-keputusan tersebut dengan baik. Mereka mampu memaksimalkan keinginan untuk melakukan sesuatu,”
Pelatih Juventus itu juga memberikan apresiasi terhadap Nico Gonzalez yang membuka keunggulan Bianconeri.
“Nico tampil bagus pada gol pertama karena mampu mengejar dan menguasai bola tersebut,”
Gol Gonzalez menjadi awal dari pesta Juventus. Setelah itu, Aljbegovic, Nick Woltemade, Zeki Celik, dan Randal Kolo Muani turut mencatatkan nama mereka di papan skor.
Spalletti Puji Debut Grabara
Salah satu pemain yang mendapatkan sorotan khusus dari Spalletti adalah Kamil Grabara.
Penjaga gawang asal Polandia tersebut menjalani pertandingan pertamanya bersama Juventus dengan catatan clean sheet. Grabara tidak hanya mampu menjaga gawangnya dari kebobolan, tetapi juga memperlihatkan ketenangan ketika harus terlibat dalam proses pembangunan serangan.
Spalletti secara khusus memberikan ucapan selamat kepada sang kiper.
“Izinkan saya mengucapkan selamat kepada Grabara, yang menunjukkan ketenangan dan kemampuan bermain dengan kakinya,”
Menurut Spalletti, peran penjaga gawang dalam sepak bola modern tidak lagi terbatas pada mengamankan gawang. Dalam situasi tertentu, kiper dapat menjadi pemain tambahan ketika tim membangun serangan dari belakang.
“Dalam pertandingan seperti ini, penjaga gawang menjadi pemain tambahan. Jika Anda bisa menemukan pemain bebas di dalam lapangan seperti itu, ruang akan terbuka bagi Anda,”
Pernyataan tersebut menggambarkan salah satu aspek yang ingin dikembangkan Spalletti di Juventus, yakni kemampuan mengontrol pertandingan melalui sirkulasi bola sejak lini paling belakang.
Spalletti Tetap Soroti Celah di Belakang Pertahanan
Meski puas dengan skor 5-0, Spalletti tidak menutup mata terhadap kekurangan Juventus. Salah satu hal yang masih perlu diperbaiki adalah ruang yang diberikan kepada lawan di belakang garis pertahanan.
“Melihat apa yang kami tampilkan, kami seharusnya bisa lebih kompak dan secara alami memberikan lebih sedikit ruang di belakang garis pertahanan,”
Spalletti juga menjelaskan keputusan untuk mengubah bentuk permainan Juventus. Menurutnya, perubahan tersebut justru menjadi pilihan yang tepat berdasarkan situasi pertandingan.
“Melihat bagaimana pertandingan berjalan, keputusan untuk mengubah sesuatu adalah keputusan yang tepat. Ini adalah salah satu cara yang bisa kami gunakan untuk memainkan pertandingan, dan cara ini juga membantu kami memenangkan beberapa pertandingan musim lalu,”
Kondisi skuad yang terbatas membuat Juventus harus lebih fleksibel. Spalletti mengakui bahwa minimnya pilihan pemain memaksanya untuk beradaptasi dengan situasi yang ada.
“Sekarang kami memiliki begitu sedikit pemain sehingga kami harus beradaptasi,”
Spalletti Tak Meremehkan NEC Nijmegen
Walaupun Juventus menang lima gol tanpa balas, Spalletti tidak ingin kemenangan tersebut membuat tim meremehkan NEC Nijmegen.
Ia mengingatkan bahwa NEC bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Mereka finis di posisi ketiga Eredivisie musim lalu dan sebelumnya juga mampu memberikan perlawanan dalam pertandingan melawan Bodø/Glimt.
“Malam ini para pemain tetap fokus. Mereka melakukan penjagaan berlapis terhadap setiap pemain dan NEC bisa menjadi berbahaya jika mereka berhasil mengambil alih permainan,”
Spalletti juga memberikan gambaran mengenai karakter lawannya.
“Mereka tidak mengkhawatirkan apa pun. Mereka memang pernah kalah dengan skor besar, tetapi pada pertandingan berikutnya mereka justru tampil lebih keras,”
Karena itu, kemenangan 5-0 tidak hanya menjadi hasil positif dari sisi skor, tetapi juga menunjukkan bahwa Juventus mampu menjaga konsentrasi dan tidak memberikan kesempatan kepada NEC untuk mengembangkan permainan secara maksimal.
Kolo Muani Masih Frustrasi karena Belum Banyak Berkontribusi
Spalletti kemudian berbicara mengenai Randal Kolo Muani, yang akhirnya mencetak gol setelah melewati periode tanpa gol sejak kembali ke Juventus.
Pelatih asal Italia itu melihat karakteristik fisik dan kemampuan berlari Kolo Muani sangat cocok ketika Juventus mendapatkan ruang di belakang pertahanan lawan.
“Dia memiliki kemampuan berlari ke ruang yang sangat mudah terlihat ketika ada ruang seperti ini,”
Namun, Spalletti juga mengingatkan bahwa Kolo Muani harus mampu menghadapi kontak fisik dengan lebih baik.
“Dia juga menerima beberapa tendangan dan harus tahu bagaimana menahan dampak fisik. Dia perlu memberikan lebih banyak kekuatan karena dia adalah pemain yang kuat dan sehat,”
Yang menarik, Spalletti mengungkap bahwa rasa frustrasi Kolo Muani karena belum mampu memberikan kontribusi besar kepada Juventus ternyata sangat dalam.
“Dia sangat menderita karena tidak bisa memberikan kontribusi,”
Spalletti bahkan menceritakan sisi personal dari sang striker. Setelah sesi latihan terakhir bersifat opsional, Kolo Muani menjadi satu-satunya pemain yang hadir saat makan malam dan kemudian tidur sendirian.
Cerita tersebut menunjukkan betapa seriusnya keinginan Kolo Muani untuk segera kembali memberikan dampak bagi Juventus.
Kemenangan yang Memberikan Napas bagi Juventus
Kemenangan 5-0 atas NEC menjadi respons yang dibutuhkan Juventus setelah kekalahan menyakitkan dari Sassuolo. Lima pemain berbeda mencetak gol, Grabara mencatat clean sheet pada debutnya, sementara Kolo Muani akhirnya ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Bagi Spalletti, hasil ini sekaligus memperlihatkan bahwa Juventus mampu mengambil keputusan dengan lebih baik ketika menghadapi tekanan.
Namun, kemenangan besar tersebut bukan berarti seluruh persoalan Juventus telah selesai. Masih ada pekerjaan rumah dalam menjaga kepadatan pertahanan dan mengelola ruang di belakang garis belakang.
Setidaknya, Juventus mendapatkan awal positif di Europa League dan Spalletti memperoleh respons yang diharapkannya dari para pemain.

Leave a Reply