Saat dua mantan klubnya bersiap untuk saling berhadapan, Miralem Pjanic memberikan pandangan tajam mengenai keputusan Juventus dan AS Roma dalam beberapa musim terakhir.
Menurutnya, Bianconeri telah mengambil langkah yang bertentangan dengan DNA klub, sementara Roma membuat serangkaian kesalahan besar sebelum akhirnya menunjuk Claudio Ranieri.
Juventus: “Menyimpang dari DNA Klub”
Dalam wawancara dengan Il Tempo, Pjanic mengkritik kebijakan Juventus yang menurutnya tidak lagi mencerminkan esensi klub.
“Saat ini, Roma lebih stabil dibanding Juventus, tanpa diragukan lagi,” ujar Pjanic, dikutip dari Football-Italia.
“Juve mengganti pelatih karena hasil yang tidak sesuai harapan. Meskipun melakukan investasi besar di bursa transfer, ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik. Ketika saya masih di klub, Juventus selalu berjuang untuk memenangkan Scudetto,”
Menurutnya, beberapa keputusan yang diambil oleh manajemen Juve bertentangan dengan DNA klub.
“Beberapa pilihan yang mereka buat tidak sesuai dengan identitas Juventus. Namun, kini mereka menunjuk Tudor, yang memahami dunia Juventus dan bagaimana dinamika di dalam klub itu bekerja. Ia memiliki pengalaman sebagai pemain dan asisten pelatih di Juve, sehingga pergantian ini mungkin bisa membawa perubahan positif,”
Roma: “Kesalahan Besar dalam Pemecatan De Rossi”
Beralih ke AS Roma, Pjanic mengkritik keputusan klub yang memecat Daniele De Rossi di awal musim. Menurutnya, keputusan ini terlalu cepat dan menyebabkan keterkejutan di dalam tim.
“Roma membuat beberapa kesalahan besar, dan yang terbesar adalah memecat De Rossi terlalu cepat. Keputusan itu mengejutkan banyak orang, termasuk para pemain. Saya yakin De Rossi memiliki potensi untuk menjadi pelatih hebat. Ia memiliki visi sepak bola yang luar biasa dan sayang sekali dia diberhentikan begitu cepat,”
Setelah pemecatan De Rossi, Roma sempat menunjuk Ivan Juric sebelum akhirnya memilih Claudio Ranieri sebagai pelatih tetap. Pjanic menganggap keputusan ini sebagai langkah penyelamatan yang tepat.
“Pelatih yang menggantikan De Rossi tidak memenuhi standar Roma. Namun, Ranieri melakukan pekerjaan luar biasa dalam mengembalikan kestabilan tim. Dia adalah seorang Romanista sejati, memiliki pengalaman, dan sangat dicintai oleh para penggemar. Saya yakin Roma sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing di posisi empat besar sejak awal, tetapi mereka harus bekerja keras mengejar ketertinggalan setelah awal musim yang buruk,”
Juventus Butuh Playmaker Seperti Pjanic
Ketika ditanya mengenai tim mana yang lebih membutuhkan sosok seperti dirinya, Pjanic dengan tegas menyebut Juventus.
“Juventus. Saya selalu percaya bahwa lini tengah adalah elemen terpenting dalam sebuah tim besar. Itu adalah mesin dan arsitek permainan. Jika Anda memiliki lini tengah yang kuat, seluruh tim akan bergerak dengan baik,”
Menurutnya, Juventus saat ini kekurangan gelandang yang bisa memberikan keseimbangan dan mengatur tempo permainan.
“Juve tidak memiliki pemain yang bisa memberikan keseimbangan dan mengatur jalannya pertandingan seperti yang seharusnya. Kualitas dalam tim ini belum sepenuhnya terlihat, dan mereka membutuhkan seorang gelandang kreatif untuk mengembalikan dominasi mereka.”

Leave a Reply