Thiago Motta masih menyesalkan tersingkirnya Juventus dari Coppa Italia 2024-25 di tangan Empoli pada babak perempat final.
Sang pelatih mengaku marah karena timnya melakukan kesalahan yang seharusnya bisa dihindari dalam pertandingan penting tersebut.
Juventus harus angkat kaki dari perempat final Coppa Italia setelah kalah dalam adu penalti melawan Empoli di Allianz Stadium pada Kamis lalu.
Pertandingan berakhir dengan skor 1-1 di waktu normal, sebelum akhirnya Empoli memastikan kemenangan melalui babak tos-tosan.
Dalam konferensi pers sebelum laga Serie A melawan Hellas Verona di pekan ke-27 Serie A, Motta banyak membahas apa yang salah dalam pertandingan melawan Empoli dan bagaimana timnya harus belajar dari kekalahan tersebut.
Tidak Ada Niat untuk Mengorbankan Coppa Italia
Motta menegaskan bahwa Juventus tidak pernah berniat untuk mengabaikan Coppa Italia demi fokus ke Serie A.
“Kami selalu bermain untuk menang, terlebih dalam momen seperti ini. Kami akan terus memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Ada 12 laga tersisa, dan kami selalu berusaha untuk mendapatkan hasil maksimal. Kecuali pada pertandingan terakhir di Coppa Italia,” ujar Motta seperti dilansir dari Football-Italia.
Ambisi Juventus tetap besar untuk meraih hasil terbaik di setiap laga.
“Target kami adalah meraih kemenangan demi kemenangan setiap saat untuk mencapai tujuan kami, dengan komitmen, pengorbanan, determinasi, dan ambisi. Kami harus mengerahkan seluruh energi untuk memainkan sepak bola yang baik, secara teknis, fisik, dan penuh karakter.”
Motta Marah dengan Kesalahan Pemain Juventus
Sang pelatih mengakui bahwa dirinya masih merasa sangat kecewa dengan performa timnya dalam laga melawan Empoli.
“Ada kekecewaan besar dari semua pihak. Saya marah setelah pertandingan karena saya sangat mencintai para pemain saya dan mengenal mereka dengan baik, tetapi kami membuat kesalahan yang seharusnya tidak kami lakukan. Dari 39 pertandingan sejauh ini, kami telah melakukan kesalahan yang seharusnya bisa dihindari,” ungkapnya.
Motta menambahkan bahwa Juventus tidak menunjukkan tanggung jawab yang cukup di lapangan.
“Saya melihat mereka setiap hari, dan kami tidak melakukannya di pertandingan terakhir. Kami tidak mengambil tanggung jawab di lapangan dan malah menempatkan diri kami dalam banyak kesulitan. Kami sudah berbicara dan mendiskusikannya dengan cara yang positif, sehingga ini menjadi sesuatu yang konstruktif,”
Dukungan Penuh dari Manajemen dan Pemain
Ketika ditanya apakah ia masih mendapatkan dukungan dari manajemen dan para pemain Juventus, Motta menjawab dengan tegas:
“Ya.”
Meski kecewa dengan hasil di Coppa Italia, Juventus kini harus fokus kembali ke Serie A dan berusaha mencapai target mereka untuk musim ini.

Leave a Reply