Menjelang Derby d’Italia antara Juventus vs Inter Milan di pekan ke-3 Serie A 2025-26 pada Sabtu, 13 September 2025, mantan pelatih timnas Italia, Fabio Capello, memberikan pandangannya soal duel panas tersebut.
Dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, Capello juga menilai Juventus sudah membuat keputusan tepat dengan tidak mempermanenkan transfer Randal Kolo Muani, meski tetap mengakui lini serang Inter lebih menakutkan.
Juventus Tampil Solid di Lini Belakang
Juventus membuka musim Serie A 2025/26 dengan sempurna, meraih dua kemenangan dan menjaga clean sheet dalam dua laga awal.
Kembalinya Gleison Bremer dari cedera lutut yang dideritanya pada Oktober 2024 menjadi kunci utama soliditas pertahanan Bianconeri.
“Jika Bremer benar-benar pulih, seperti yang sudah ia tunjukkan, maka Juventus punya fondasi kuat di lini belakang,” ujar Capello.
“Bremer membuat perbedaan karena ia memiliki kecepatan dan juga pemimpin di barisan pertahanan. Bahkan musim lalu, ketika ia bermain, Juve hampir tidak pernah kebobolan gol penting,”
Kolo Muani vs Alternatif Baru Juve
Juventus sebenarnya sempat memiliki Kolo Muani pada paruh kedua musim lalu, dengan catatan impresif 10 gol dari 22 pertandingan.
Namun, manajemen tidak mempermanenkannya karena Paris Saint-Germain (PSG) meminta sekitar €60 juta.
Sebagai gantinya, Juve mendatangkan Loïs Openda dan Edon Zhegrova di hari terakhir bursa transfer musim panas.
Capello menilai langkah tersebut sudah tepat.
“Kolo Muani memang punya karakteristik berbeda dari Vlahovic atau Jonathan David, tapi Juventus tidak perlu berlebihan. Saya rasa serangan Inter tetap lebih unggul,” tegasnya.
Derby d’Italia: Lebih Penting untuk Inter
Meski Juventus dalam kondisi baik, Capello menilai laga Derby d’Italia ini akan lebih menentukan untuk Inter Milan.
Tim asuhan Cristian Chivu baru mengoleksi tiga poin dari dua laga awal, sementara Juventus sudah mengantongi enam poin penuh.
“Pertandingan ini sangat penting, terutama untuk Inter,” ucap Capello.
“Chivu punya ide bagus, tapi masalahnya apakah para pemain sudah bisa bangkit setelah kekalahan menyakitkan di final Liga Champions melawan PSG. Mereka akan menghadapi Juventus yang ambisius, punya arah jelas, dan sedang berkembang, meski belum sepenuhnya selesai dibangun.”

Leave a Reply