Juventus tengah berada dalam situasi genting setelah serangkaian hasil buruk di Serie A membuat mereka terancam gagal lolos ke Liga Champions 2026-27.
Kekalahan 2-0 dari Fiorentina di pekan ke-37 semakin memperburuk keadaan, sementara pesaing langsung seperti Napoli, Milan, Roma, dan Como justru meraih kemenangan penting.
Akibatnya, tim asuhan Luciano Spalletti kini harus bergantung pada hasil tim lain di laga terakhir untuk bisa mengamankan tiket ke Liga Champions.
Gagal ke Liga Champions: Rugi Besar
Jika gagal finis di empat besar, Juventus tidak akan tampil di Liga Champions untuk musim 2026-27.
Sebagai gantinya, mereka hanya akan bermain di Liga Europa, yang memiliki nilai finansial jauh lebih rendah dibanding kompetisi UEFA tertinggi tersebut.
Perbedaan ini bukan hanya soal prestise, tetapi juga berdampak langsung pada keuangan klub.
Kerugian Finansial Bisa Capai €60 Juta
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, selisih pendapatan antara Liga Champions dan Liga Europa bisa mencapai:
- €55 juta hingga €60 juta per musim
Perbedaan ini mencakup:
- bonus partisipasi UEFA
- pendapatan dari hak siar
- hadiah kemenangan dan progres turnamen
- pendapatan tiket pertandingan kandang
Artinya, kegagalan lolos Liga Champions akan menjadi pukulan finansial besar bagi klub.
Pelajaran Dari Musim 2023-24
Situasi ini mengingatkan pada musim 2023-24 ketika Juventus tidak tampil di Liga Champions.
Pada musim tersebut, klub mencatat:
- kerugian terbesar dalam tiga tahun terakhir
- penurunan pendapatan sekitar €78 juta
- total kerugian mencapai €199 juta
Saat itu, Juventus bahkan tidak tampil di kompetisi Eropa sama sekali akibat sanksi UEFA.

Leave a Reply