Menjelang laga krusial Derby della Mole kontra Torino di pekan ke-37 Serie A 2025-26, Juventus kembali menghadapi kabar kurang baik.
Gelandang mereka, Khephren Thuram belum pulih sepenuhnya dari masalah kebugaran dan dipastikan belum siap tampil.
Laga melawan Torino di Stadio Olimpico Grande Torino akan menjadi penentu penting nasib Juventus di Serie A musim ini, dengan peluang Liga Champions yang masih menggantung.
Koopmeiners Siap Ambil Peran Penting di Lini Tengah
Seperti dilansir dari Football-Italia, dengan kondisi Thuram yang belum fit, pelatih Luciano Spalletti diperkirakan akan kembali mengandalkan Teun Koopmeiners di lini tengah.
Musim ini, Koopmeiners memang mengalami periode sulit dan belum tampil konsisten. Namun, laga sebesar Derby della Mole bisa menjadi kesempatan emas baginya untuk membuktikan kualitas dan mengamankan posisi di skuad utama.
Federico Gatti Siap Tampil di Lini Belakang
Masalah tidak berhenti di lini tengah. Juventus juga harus kehilangan bek andalan Gleison Bremer yang terkena sanksi larangan bermain.
Situasi ini membuka peluang bagi Federico Gatti untuk turun sebagai starter di lini pertahanan.
Bagi Gatti, ini bisa menjadi momen penting yang menentukan masa depannya di klub, terutama jika ini menjadi salah satu penampilan terakhirnya musim ini.
Tekanan Besar di Derby della Mole
Pertandingan melawan Torino bukan sekadar derby biasa. Juventus kini berada dalam situasi genting setelah kekalahan 2-0 dari Fiorentina yang membuat mereka turun ke posisi keenam klasemen.
Kini, nasib mereka tidak sepenuhnya ada di tangan sendiri. Bahkan kemenangan atas Torino belum tentu cukup jika Roma dan Milan sama-sama meraih hasil positif di laga terakhir mereka.
Jika skenario buruk terjadi, Juventus harus rela bermain di Liga Europa musim depan.
Masalah Cedera yang Menumpuk di Skuad Juventus
Selain Thuram dan Bremer, Juventus juga masih kehilangan beberapa pemain penting:
- Arkadiusz Milik – cedera jangka panjang
- Juan Cabal – masih dalam proses pemulihan
Absennya beberapa pemain kunci ini membuat rotasi skuad menjadi terbatas, terutama di laga dengan intensitas tinggi seperti derby.

Leave a Reply