
Juventus memang harus menerima kekalahan 1-2 dari Inter Milan di laga uji coba pramusim, tetapi pertandingan tersebut memberikan satu alasan untuk tetap optimistis.
Kerim Alajbegovic, pemain berusia 18 tahun, mencuri perhatian melalui debutnya bersama Bianconeri.
Masuk pada babak kedua, Alajbegovic langsung menunjukkan keberanian untuk ukuran pemain muda yang baru menjalani pertandingan pertamanya bersama Juventus.
Ia tidak terlihat takut menghadapi pertandingan dengan atmosfer dan bobot besar. Sebaliknya, Alajbegovic justru aktif mencari bola, mencoba terlibat dalam permainan, dan berusaha memberikan pengaruh terhadap alur serangan Juventus.
Tidak semua aksinya berakhir sempurna. Hal tersebut sangat wajar mengingat usia dan minimnya pengalaman di level tersebut.
Namun, satu hal yang paling mencolok adalah naturalitasnya ketika berhadapan dengan pemain lawan.
Tidak Takut Meminta Bola
Salah satu karakter positif Alajbegovic adalah keberaniannya untuk terlibat dalam permainan.
Alih-alih bersembunyi atau menunggu kesempatan datang kepadanya, pemain asal Bosnia tersebut justru berusaha mencari ruang dan meminta bola.
Sikap seperti ini sangat penting bagi pemain yang beroperasi di antara lini. Seorang pemain dengan karakter tersebut harus memiliki keberanian mengambil risiko, menerima bola di area sempit, serta mengambil keputusan dalam waktu singkat.
Alajbegovic memperlihatkan beberapa tanda dari karakter tersebut ketika menghadapi Inter.
Ia belum sempurna, tetapi sudah memberikan gambaran mengenai potensi yang dimilikinya.
Teknik dan Kecepatan Berpikir Jadi Senjata
Alajbegovic memiliki sejumlah atribut yang membuat debutnya terasa menjanjikan.
Teknik, kecepatan berpikir, dan keberanian menjadi tiga kualitas yang terlihat dari penampilannya.
Kemampuan tersebut sangat berguna ketika bermain di antara lini. Juventus membutuhkan pemain yang mampu menerima bola di ruang sempit dan kemudian mengubah tempo permainan.
Dalam beberapa situasi, Alajbegovic bahkan terlihat mampu memberikan akselerasi terhadap permainan Juventus yang sebelumnya berjalan cukup lambat di area tengah.
Kemampuan untuk mempercepat aliran bola tersebut bisa menjadi salah satu nilai penting yang dimilikinya.
Masih Butuh Waktu Beradaptasi dengan Spalletti
Meski debutnya mendapatkan respons positif, Alajbegovic masih memiliki perjalanan panjang.
Salah satu hal yang masih perlu dibangun adalah pemahaman dengan rekan-rekan setimnya.
Ia baru bergabung dan belum memiliki cukup waktu untuk memahami seluruh pola permainan Juventus. Selain itu, tuntutan taktik Luciano Spalletti juga membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam.
Karena itu, terlalu dini jika Alajbegovic langsung dituntut menjadi pemain utama.
Yang paling penting saat ini adalah memberikan waktu baginya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, rekan setim, serta sistem permainan yang diinginkan sang pelatih.
Spalletti Bisa Puas dengan Mentalitasnya
Luciano Spalletti tetap memiliki alasan untuk merasa puas dengan debut Alajbegovic, terutama dari sisi mentalitas.
Pemain muda tersebut tidak menunjukkan sikap pasif ketika mendapatkan kesempatan.
Kerim justru memperlihatkan keinginan untuk terlibat dan membuktikan dirinya. Ia bukan tipe pemain yang sekadar menunggu kesempatan berikutnya tanpa mencoba memberikan dampak ketika berada di lapangan.
Sikap tersebut bisa menjadi modal besar dalam proses perkembangannya.
Bagi seorang pemain berusia 18 tahun, keberanian seperti itu terkadang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

Leave a Reply