Nama Diego Armando Maradona identik dengan kejayaan Napoli di era 1980-an. Namun, siapa sangka, sebelum menjadi legenda abadi di kota Naples, Maradona justru sempat ditolak oleh Inter Milan, Juventus, dan Sampdoria, Tiga klub besar Serie A yang kala itu lebih mapan secara finansial dan prestasi.
Hal ini diungkap langsung oleh Pierpaolo Marino, mantan direktur olahraga yang berjasa membawa Maradona ke Napoli pada tahun 1984.
Semuanya Berawal dari Sebuah Laga Persahabatan
Dalam wawancaranya bersama Radio Serie A, Marino menceritakan kisah unik yang memicu proses transfer legendaris itu.
“Saya saat itu adalah direktur termuda di Serie A dan merayakan Avellino lolos degradasi dengan mengatur laga persahabatan melawan Barcelona,” ujar Marino.
“Dalam kontrak, Barcelona akan dibayar $100.000, tapi dengan syarat mereka membawa Maradona,”
Namun, delapan hari sebelum laga, kabar mengejutkan datang dari agen FIFA, Riccardo Fuiga, yang mengatakan bahwa Maradona tidak akan datang karena berselisih dengan pihak Barca.
“Hanya Delapan hari sebelum pertandingan, perantara yang menangani kesepakatan itu, yakni agen FIFA, Riccardo Fuiga datang ke kantor saya untuk memberi tahu saya bahwa Barcelona siap datang, tetapi tanpa Diego (Maradona), karena ia bertengkar dengan klub tersebut,”
“Fuiga kemudian meminta saya untuk mencari jalan keluar untuk 40.000 penonton yang sudah beli tiket.’ Lalu dia juga bilang, ‘kenapa tidak cari klub Italia yang mau membelinya?’” lanjut Marino.
Ditolak oleh Tiga Klub Raksasa Serie A
Marino lalu menghubungi Juventus, Sampdoria, dan Inter Milan, tiga klub yang dinilai punya cukup dana untuk merekrut Maradona dari Barcelona. Namun hasilnya mengejutkan.
“Jadi, Fuiga mengusulkan agar saya mencoba mendatangkan seseorang di pasar Italia untuk mendatangkan Maradona. Satu-satunya klub yang mampu merekrutnya adalah Juventus, Sampdoria, dan Inter,”
“Saya menghubungi ketiga klub itu untuk menawarkan Diego Maradona!, tetapi Semua menolak. Tidak ada yang tertarik,”
“Fuiga sampai terperanjat, bagaimana mungkin pemain sekelas dia tidak ada yang mau?” kata Marino.
Pada saat itu, Maradona masih berusia 23 tahun dan belum menemukan stabilitas di Eropa setelah pindah dari Boca Juniors ke Barcelona dua tahun sebelumnya.
Napoli: Keputusan Berani yang Mengubah Sejarah
Beberapa hari kemudian, Marino teringat percakapan makan malamnya dengan Antonio Juliano, direktur Napoli, yang mengatakan mereka sedang mencari pemain asing.
“Saya telepon Juliano, awalnya dia menolak juga. Tapi sepuluh menit kemudian dia menelepon balik dan berkata, ‘ayo kita bicarakan lebih lanjut,’”
Esok paginya, pertemuan digelar, dan sisanya adalah sejarah. Napoli akhirnya mendatangkan Maradona dengan rekor transfer dunia kala itu, dan investasi tersebut terbayar lunas.
Warisan Abadi di Napoli
Bersama Napoli, Maradona mencetak 115 gol dan 76 assist dalam 257 pertandingan kompetitif, memenangkan 2 Scudetto, 1 Coppa Italia, 1 Supercoppa Italiana, dan 1 UEFA Cup. Lebih dari itu, ia mengubah wajah klub dan kota Naples secara menyeluruh.
Hingga hari ini, sosoknya masih hidup dalam mural, patung, lagu, dan kenangan masyarakat Naples. Stadion legendaris San Paolo bahkan kini berganti nama menjadi Stadio Diego Armando Maradona.

Leave a Reply