Bek Juventus, Pierre Kalulu menjadi bintang tamu dalam episode perdana podcast terbaru klub, Small Talk.
Dalam wawancara eksklusif, ia mengungkap sisi lain dari kariernya, termasuk keputusan besar yang mengubah hidupnya, serta satu nama striker yang membuatnya benar-benar kewalahan di Serie A, yakni Victor Osimhen.
Osimhen Monster di Lini Depan
Tanpa ragu, Kalulu menyebut Osimhen sebagai penyerang paling sulit yang pernah ia hadapi di Serie A.
“Saya rasa itu Osimhen. Dia benar-benar luar biasa,” ujarnya.
Sebuah pengakuan jujur yang tidak mengejutkan, mengingat striker Napoli tersebut kerap menjadi mimpi buruk bagi lini belakang mana pun di Italia dengan kecepatan, fisik, dan insting golnya.
Sebagai pemain yang sudah merasakan atmosfer ketat Serie A selama beberapa musim dan sempat menjadi bagian dari skuad juara Milan pada 2021-22, pernyataan Kalulu membawa bobot tersendiri.
Bukan hanya karena pengalamannya, tetapi karena ia kerap berhadapan langsung dengan para striker elite di liga.
Pilihan Besar: Meninggalkan Zona Nyaman Demi Milan
Sebelum berseragam Juventus, Kalulu dikenal sebagai bagian penting pertahanan Milan. Namun, perjalanannya ke Italia bukan tanpa drama.
“Saya pikir matang soal klub mana yang paling bisa mengembangkan saya. Pilihan saya jatuh ke Milan,” katanya.
Keputusan itu tidak mudah. Kalulu meninggalkan zona nyamannya di Prancis, menolak kemungkinan kembali ke rumah, dan menghadapi tekanan besar di negara asing. Tapi justru di situlah ia tumbuh.
“Itu bukan pilihan yang mudah. Saya tidak dapat kembali ke rumah dan tidak dapat membuat kesalahan. Saya meninggalkan zona nyaman saya dan itu bagus untuk saya,”
Tony Parker, Video Game, dan Panggilan yang Mengubah Segalanya
Yang menarik, ia mendapat dorongan moral dari sosok tak terduga, yakni legenda NBA asal Prancis, Tony Parker.
Cerita Kalulu tentang awal mula kepindahannya ke Milan terdengar seperti potongan film.
“Saya sedang bermain video game ketika tiba-tiba ada panggilan dari Amerika Serikat. Awalnya saya kira itu salah sambung atau iklan,” kenangnya.
Ternyata, itu adalah panggilan dari Tony Parker. Bintang NBA itu mengajaknya bicara panjang tentang keputusan besar dalam karier dan pentingnya keberanian dalam mengambil langkah sulit.
“Setelah bicara dengannya, saya yakin. Meski bingung dan hampir tak bisa tidur, saya tahu itu pilihan yang tepat,” tambah Kalulu.
Sampai sekarang, ia masih menyimpan nomor sang legenda NBA di ponselnya.
Juventus vs Manchester City: Kurang Gairah, Bukan Kualitas
Kalulu juga membahas performa Juventus di Liga Champions, terutama saat mengalahkan Manchester City di Fase Liga.
“City tim hebat, tapi di laga itu saya merasa mereka kekurangan gairah. Mereka seperti tidak sepenuhnya menginginkan kemenangan.” Ujar Kalulu dengan nada reflektif.

Leave a Reply