Ultras Minta Agnelli ‘Menjauh’ dari Juventus

Di tengah rumor yang sempat mencuat soal kemungkinan kembalinya Andrea Agnelli ke kursi kepresidenan Juventus, suara dari ultras Bianconeri sudah jelas, yakni menolak.

Grup ultras Juventus, yang dikenal sebagai basis pendukung paling loyal sekaligus paling vokal, dengan tegas menyatakan penolakan mereka terhadap kembalinya eks Presiden Bianconeri tersebut.

Dalam sebuah aksi simbolik penuh makna, mereka memasang spanduk di depan markas besar FIAT di Turin pada tadi malam:

“Penyalahgunaan dan hukuman atas keterlibatanmu. AA [Andrea Agnelli] menjauhlah dari klub ini,”

Bukan Sekadar Spanduk, Ini Pesan Politik

Spanduk itu bukan sekadar unjuk rasa kecil, tapi simbol perlawanan. Lebih dari itu, unggahan Instagram dari kelompok ultras ternama Drughi juga menegaskan sikap mereka:

“Andrea Agnelli, kami tidak menginginkanmu!”

Ini adalah pesan politik yang sangat kuat di lingkungan sepak bola Italia. Sebab Agnelli bukan hanya tokoh dalam sejarah Juventus, tapi juga bagian dari keluarga penguasa industri otomotif dan finansial Italia melalui konglomerat Exor, pemilik mayoritas Juventus.

Riwayat Kelam di Balik Kepemimpinan

Penolakan ini punya akar sejarah yang kompleks. Selama masa jabatannya, Agnelli pernah mengungkap bahwa ada elemen dalam kelompok ultras yang memeras klub, meminta tiket gratis untuk kemudian dijual kembali, dan mengancam akan menciptakan atmosfer negatif di stadion jika tuntutan mereka tak dipenuhi.

Puncaknya terjadi pada tahun 2019, ketika beberapa pemimpin ultras ditangkap. Pada 2024 lalu, Lima di antaranya resmi dijatuhi hukuman penjara karena keterlibatan dalam asosiasi kriminal.

Meski Agnelli mengklaim ia hanya menjadi korban pemerasan, banyak pihak menilai bahwa ia terlalu dekat dengan kelompok-kelompok ini di masa lalu, dan kini, kedekatan itu menjadi bumerang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*